RAT 787

Selasa 08 Jul 2025 - 18:00 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Tempat pesawat itu jatuh hanya berjarak sekitar kurang dari 2 km dari bandara Ahmadabad.

BACA JUGA:Moment HUT Kota Pagaralam ke- 24, Walikota Pagaralam Luncurkan Dua Program Unggulan

Ketinggian pesawat baru sekitar 300 meter. Ibarat dari Soekarno-Hatta ke Surabaya baru sampai Jatinegara.

Bahwa pilot sempat menghidupkan RAT itu dianggap pertanda keadaan sangat darurat.

RAT adalah turbin kecil yang letaknya di bawah perut pesawat. Dari kasus Air India ini saya baru tahu: di bagian bawah perut pesawat yang kelihatannya halus-rata itu ternyata tersimpan peralatan darurat: Ram Air Turbine.

Ketika pilot mengaktifkan RAT bagian bawah perut pesawat membuka.

Buka dikit. Dari lubang kecil itu keluar turbin yang di depannya terdapat kincir angin.

BACA JUGA:Silaturahmi Penuh Haru, Pagaralam Lepas Saidina Ali SPd ke Masa Purna Bakti

Disebut ''kincir angin'' karena yang menggerakkan kincir itu memang angin. Yakni angin dari depan akibat laju pesawat.

Kincir itulah yang menggerakkan turbin kecil di belakangnya. Turbin menggerakkan generator. Generator menghasilkan listrik.

Tentu listrik yang dihasilkan sangat kecil tapi cukup untuk menggerakkan beberapa instrumen vital yang mati. 

Tujuannya sekadar agar pesawat bisa mendarat darurat lebih baik.

BACA JUGA:Pemkot Pagar Alam Siap Mendukung Pembinaan Olahraga Disabilitas

Dalam keluarga Boeing hanya 787 yang dilengkapi RAT. Boeing 737 tidak. Di 737 dipilih sistem lain untuk fungsi serupa: pakai baterai. Disebut APU –Auxiliary Power Unit. Airbus 320, 321, dan 350 pakai RAT.

Dalam kasus Air India, RAT itu pun tidak mampu menolong kejatuhan pesawat: menimpa gedung pendidikan dokter.

Dari total 260 yang meninggal 18 di antaranya yang berada di gedung itu.

Kategori :