Fakta Sejarah Dibalik Candi Brahu Mojokerto
Fakta Sejarah Dibalik Candi Brahu Mojokerto-Net-Net
BACA JUGA:Mitos Megahnya Air Terjun Madakaripura Menjadi Tempat Bertapa Gadjah Mada
Konon, ruangan di dalam candi ini cukup luas dan dapat menampung sekitar 30 orang.
Susunan bata pada kaki, dinding tubuh, dan atap candi diatur sedemikian rupa sehingga membentuk gambar berpola geometris dan lekukan-lekukan yang indah.
Candi Brahu mulai dipugar tahun 1990 dan selesai pada, 1995.
Menurut masyarakat di sekitarnya, tidak jauh dari Candi Brahu dahulu terdapat beberapa candi lain, seperti Candi Muteran, Candi Gedong, Candi Tengah, dan Candi Gentong.
BACA JUGA:Sudah Tahu Belum? Ini 5 Tips Terbaik Untuk Menambah Berat Badan Secara Sehat Saat Berpuasa!
Namun sekarang, kesemua candi itu sudah tidak terlihat.
Ada pendapat yang menyatakan bahwa Candi Brahu lebih tua daripada candi-candi lain di sekitar Trowulan dan diperkirakan berdiri pada abad ke-15.
Di sekitar kompleks candi, juga pernah ditemukan benda-benda kuno lainnya seperti alat upacara dari logam, perhiasan dan benda-benda dari emas, serta arca-arca logam yang menunjukkan ciri-ciri ajaran Buddha.
Hal ini menarik kesimpulan bahwa Candi Brahu merupakan candi Buddha.
BACA JUGA:Mengungkap 6 Misteri Peradaban Kuno yang Hilang
Meskipun tidak ada arca Buddha yang ditemukan di tempat tersebut, gaya bangunan dan sisa profil alas stupa di sisi tenggara atap candi menguatkan dugaan bahwa Candi Brahu memang merupakan candi Buddha.
Sebagai informasi, Candi Brahu adalah candi dengan corak Buddha yang diyakini sudah ada sebelum keberadaan Kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan dengan corak Hindu.
Trowulan sendiri adalah bekas ibu kota dari Kerajaan Majapahit.