Google Advertisement Below

3 Hektar Lahan Angus Dilalap Api

PADAMKAN API: Tim gabungan dari BPBD Kota Pagar Alam bergerak cepat dan berjibaku dalam memadamkan api yang membakar lahan di kawasan Atung Bungsu.--ist

KORANPAGARALAMPOS.COM - Kobaran api menghanguskan sekitar 3 hektare lahan semak belukar di kawasan arah Jalan menuju Danau Alai, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Rabu (2/9).

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diketahui sekitar pukul 10.30 WIB tersebut langsung mendapat respons cepat dari Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) BPBD Kota Pagar Alam. Petugas bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi adanya kobaran api.

Kepala BPBD Kota Pagar Alam, Drs. Agus Akhmad, M.Si., mengatakan penanganan dilakukan secara cepat dan bersama-sama untuk mencegah api menjalar ke kawasan lainnya.

“Begitu mendapatkan informasi, Tim Satgas PB BPBD Kota Pagar Alam langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Agus.

BACA JUGA:Patriot Sejati

Proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri serta masyarakat. Dengan dukungan armada dan peralatan yang tersedia, petugas berjibaku mengendalikan kobaran api hingga akhirnya berhasil dipadamkan.

Kecepatan respons menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla tersebut. Pasalnya, lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar yang berpotensi membuat api dengan cepat merambat apabila tidak segera dikendalikan.

Berkat sinergi tim gabungan, kobaran api berhasil dilokalisasi sehingga tidak meluas ke kawasan lain. Dalam kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penanganan dan belum dapat dipastikan.

BACA JUGA:Berikan Kontribusi Nyata Bagi Daerah

BPBD Kota Pagar Alam kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Berbagai aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan hutan maupun lahan terbuka diminta untuk dihindari.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan yang rawan karhutla. Informasi yang cepat akan membantu petugas melakukan penanganan sebelum api berkembang semakin besar,

BPBD menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan petugas pemadam. Peran masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google