Kupas Bawang
Kupas Bawang --Tomy/Pagaralampos
Saya sendiri punya kecenderungan over semangat seperti itu. Tapi karena saya bukan siapa-siapa paling yang protes sebatas para perusuh Disway.
Saya ingat peristiwa kecil saat mulai menjabat sesuatu. Setiap datang di satu acara saya disodori teks pidato. Tidak pernah saya baca. Ternyata ada dua orang yang tugasnya khusus membuat pidato saya. Di minggu kedua mereka tidak pernah lagi membuat teks pidato. Toh tidak dibaca.
Saya pun ingat ada semacam appeal dari jagad maya: sebaiknya, kalau pidato, Presiden Prabowo menggunakan teks saja. Agar tidak salah ucap. Tapi yang baru saja terjadi justru ketika pidato Presiden Prabowo pakai teks.
Berpidato memang punya ”anak haram” keseleo lidah. Menulis punya ”anak haram” salah tulis.