Google Advertisement Below

Febrie Loblobly

Febrie Loblobly--Tomy/Pagaralampos

"Itu diambil dari istilah dalam Alkitab?"

"Bukan. Itu nama marga," katanya. Marga di pulau Tanimbar.

Ayahnya kelahiran Tanimbar, sebuah pulau di Maluku Tenggara tapi sudah lebih dekat ke Dili. Loblobly adalah marga para raja di Tanimbar masa lalu.

BACA JUGA:KaMu Coffee Roastery, Solusi Roasting dan Penggilingan Kopi Berkualitas

"Arti Loblobly adalah bendera yang berkibar tinggi di puncak tiang bendera," katanya.

Ia sendiri lahir di Jakarta. Ibunya orang dari pulau Sabu nun di NTT –antara Sumba dan Timor, sudah lebih dekat ke Australia dari pada ke Jakarta.

"Pernah ke Tanimbar?"

"Belum pernah".

"Haha... Tidak apa-apa. Perusuh Disway juga belum ada yang ke sana. Saya yang pernah Tanimbar".

"Pernah ke kampung ibunda di Sabu?"

"Pernah. Waktu masih kecil. Sudah lupa. Jauh sekali".

BACA JUGA:Big Match Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol vs Prancis, Pertarungan Menuju Final!

Loblobly punya darah aktivis. Ayahnya tergolong aktivis Angkatan 66 dari unsur Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Saat itu sang ayah kuliah di Institut Theologi –kemudian menjadi pendeta.

Selama kuliah di Perbanas Jakarta, Loblobly juga jadi aktivis tapi yang intra kampus. Lalu bekerja di perusahaan kontraktor sebelum akhirnya jadi aktivis antikorupsi.

"Saya akan kawal terus penanganan kasus ini," ujar Loblobly. "Saya kan juga sudah mendengar Febrie akan melakukan perlawanan," tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google