Google Advertisement Below

Guru Kini Bisa Belajar dari Rumah

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan PM-KKA Lewat Ruang GTK, Guru Kini Bisa Belajar dari Rumah--net

KORANPAGARALAMPOS.COM - Kesempatan guru di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kompetensi kini semakin mudah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperkuat Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan.

Melalui platform digital tersebut, guru dapat mengikuti pelatihan secara fleksibel dari sekolah maupun rumah tanpa harus meninggalkan aktivitas belajar mengajar.

Beragam materi, mulai dari modul pembelajaran, video, hingga penguatan materi bersama fasilitator melalui webinar, dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

BACA JUGA:KPK Tahan Bupati Sidoarjo Etik Suryani

Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta.

Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai agen pembelajaran sekaligus agen peradaban sehingga peningkatan kompetensi harus terus dilakukan mengikuti perkembangan zaman.

"Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tetapi yang mau terus belajar. Digitalisasi adalah arusnya, dan Ruang GTK menjadi wadah peningkatan kompetensi guru," ujar Abdul Mu'ti.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pelatihan PM-KKA yang telah dimulai sejak 2025 kini diperkuat dengan implementasi berbasis mata pelajaran.

BACA JUGA:Perang Bintang

Selain itu, Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dioptimalkan sebagai pusat inovasi pembelajaran agar konsep Pembelajaran Mendalam benar-benar diterapkan di ruang kelas.

Pelatihan PM-KKA 2026 dilaksanakan melalui dua jalur, yakni luring melalui forum Kelompok Kerja dengan metode Teacher Experimental Training (TET), serta daring melalui Ruang GTK yang menyediakan fitur Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran berbasis Learning Management System (LMS).

Melalui kombinasi kedua metode tersebut, Kemendikdasmen menargetkan lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari sekitar 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dapat mengikuti pelatihan ini.

BACA JUGA:Masukan DPRD Jadi Bekal Perbaikan Pembangunan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google