Google Advertisement Below

Kambing Verde

Kambing Verde--Tomy/Pagaralampos

Kambing Verde

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Dari Amerika dan Kanada saya tidak ke Meksiko. Setidaknya agar tidak semua prediksi ”perusuh” Disway benar.

Memang Piala Dunia di Amerika-Kanada-Meksiko belum selesai --tapi bagi Kanada serasa sudah bubar. Tim Kanada sudah tersingkir --kalah 0-3 oleh Maroko. Harapan bikin kejutan demi kejutan sirna --meski bisa masuk 16 besar sudahlah kejutan.

Apalagi ada alasan kuat kenapa kalah: salah satu pemain intinya cedera. Alphonso Davies. Bek kiri yang sangat hebat.

BACA JUGA:Yamaha JOG E Resmi Meluncur, Motor Listrik Kembaran Honda EM1 e:, Segini Harganya!

Ia tetap hadir ke bangku pemain di pinggir lapangan stadion Houston, Texas, tapi tidak pakai seragam. Ia pakai dua kruk untuk bisa berjalan. Kruk itu ia tinggalkan tergeletak di rumput hijau saat ikut membesarkan hati rekan-rekannya yang baru kalah.

Alphonso Davies cedera saat bermain di klub Jermannya Bayern Munich. Ia sangat diharapkan bisa bermain di Piala Dunia. Tapi ia hanya bisa main 32 menit saat Kanada menang lawan Afrika Selatan. Ia lantas diistirahatkan dengan harapan bisa bermain lagi menghadapi Maroko.

Pagi sebelum pertandingan dilakukanlah MRI atas kakinya. Memang tidak ditemukan cedera baru tapi Davies merasa tidak bisa bermain maksimal bila diturunkan lawan Maroko.

Kalau saja Davies dalam kondisi prima hasil Kanada-Maroko bisa berbeda. Itulah sepak bola.

BACA JUGA:VinFast Resmi Luncurkan Evo, Feliz II, dan Viper di Indonesia, Begini Spesifikasi dan Jarak Tempuhnya!

Setidaknya pendatang baru Kanada sudah punya prestasi setingkat Brasil --sama-sama tersisih di babak 16 besar.

Pembicaraan di TV Kanada pun sangat dalam soal kekalahan tim nasionalnya itu. Tapi yang lebih menonjol adalah pujian atas timnas mereka yang berhasil sampai babak 16 besar.

"Keberhasilan ini akan mengubah sejarah sepak bola Kanada," ujar komentator TV mereka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google