Gu Lebang
Gu Lebang--Tomy/Pagaralampos
Gu Lebang
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Ini kali pertama saya salat Iduladha di Tiongkok: kemarin pagi. Kalau Idulfitri sudah beberapa kali.
Awalnya saya lupa kalau kemarin itu Iduladha. Pukul lima pagi saya sudah ke luar hotel. Sendirian: cari-cari lokasi untuk live Dismorning pukul 06.00 waktu Nanning, Tiongkok.
Taman dan halaman hotel ini terlalu rapi dan bersih: Li Yuan Resort. Sulit cari benda tercecer yang bisa dipakai untuk alas HP.
BACA JUGA:Maarten Paes Bersinar, Antar Ajax Amsterdam Lolos ke Liga Konferensi Eropa
Ternyata Dismorning libur. Oh, iya. Iduladha.
Saya pun cari-cari di mana masjid terdekat. Di pusat kota. Di kota tua. Sedang hotel saya ini di kawasan pengembangan baru. Yakni di kawasan pusat konferensi ASEAN.
Kota Nanning, ibu kota provinsi Guangxi, sudah lama berambisi jadi ''ibu kota''-nya Asia Tenggara. Letaknya memang sangat dekat dengan Vietnam, Laos, dan Myanmar.
Segala macam konferensi tingkat ASEAN diselenggarakan di sini. Termasuk di sektor kelistrikannya –yang saya diundang menjadi salah satu pembicaranya.
BACA JUGA:Next-Gen Toyota Fortuner 2026 Revealed, Hybrid Diesel SUV Gets Futuristic Upgrade
Sepagi itu tidak mungkin saya membangunkan teman Tiongkok saya. Pasti masih tidur. Saya pun naik taksi aplikasi: hanya 10 menit. Belum terlambat. Salat Iduladha baru dimulai pukul 07.00.
Begitu tiba di Jalan Xinhua, sudah banyak orang bergerombol di pinggir jalan. Laki-lakinya khas pakai topi Hui, warna putih, kecil, ditaruh di bagian ubun-ubun dengan rambut bagian depan sengaja dipejengkan.
Wanitanya pakai jilbab. Lama-lama jilbab wanita Islam Tiongkok mirip dengan gaya jilbab wanita Indonesia atau Malaysia.