Rujak Ambon
Rujak Ambon--Tomy/Pagaralampos
Tidak ada kapal ke Banda hari itu. Yang ada keesokan harinya: Cantika88. Mirip kapal cepat Batam-Singapura. Berarti harus bermalam di Ambon.
BACA JUGA:ASUS ROG Phone 9 Meluncur di Indonesia, Smartphone Gaming Gahar dengan Performa Kelas Sultan!
Dari bandara saya membawa lapar ke kantor Cantika. Beli tiket Cantika lebih penting daripada makan siang. Kami pun ke kantornya Cantika. Di pusat kota Ambon.
Jarak dari bandara ke kota Ambon kini lebih dekat setengahnya. Yakni sejak ada jembatan besar yang melintas di atas laut: tepat di leher teluk Ambon: Jembatan Merah Putih.
Tidak perlu lagi memutari huruf ”U” yang menggambarkan bentuk teluk Ambon.
Tiba di kantor Cantika kami bisa pilih kursi. Ada tiga pilihan: Rp 500.000, Rp 750.000, dan Rp 1 juta. Sekalian membeli untuk pulang ke Ambon: empat hari kemudian.
BACA JUGA:Suzuki Jimny 5-Door Adventure Edition 2026 Jadi SUV Compact Off-Road yang Paling Ditunggu
Urusan tiket beres. Ganti urusan perut. Sudah pukul 15.00. Nanggung. Cari makanan kecil saja. Ada makanan Ambon yang belum pernah saya makan di masa lalu: rujak Ambon.
Tempat rujaknya jauh sekali: di Tulehu --bagian dari pulau Ambon yang menghadap ke pulau Saparua. Semua penjual rujak disatukan di pantai Natsepa yang berpasir.
Lebih 25 penjual rujak Ambon dideretkan di pantai itu. Tinggal pilih. Kami tidak tahu yang mana rujak yang paling Ambon. Milihnya pakai feeling. Tidak pakai lama.
Bikin keputusan membangun tol di laut Bali saja bisa cepat apalagi cuma milih rujak Ambon.
BACA JUGA:Indonesia’s Forex Reserves Stay Strong at USD146.2 Billion Amid Global Uncertainty
Kekhasan rujak Ambon ternyata rasa asam-sepatnya. Di Jawa rasa itu datang dari pisang kluthuk yang berbiji. Di Ambon rasa itu didatangkan dari Banda: daging buah pala yang diparut.
Pembeda lainnya: tidak pakai acan atau trasi. Gulanya aren dari Sulawesi. Kacang tanahnya digoreng minyak dengan porsi murah hati.
Maka sore itu saya melanggar konstitusi pribadi yang sudah lama saya pertahankan sekuat tenaga: makan manis. Ini semata-mata demi rujak Ambon. Saya memakannya dengan unsur yang meringankan: ini kan bukan manis gula pasir dari tebu.