MBG
MBG --Tomy/Pagaralampos
MBG
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - "MBG bermanfaat atau tidaaak?" Pekan lalu jawabannya serentak: "Tidaaak!"
Pekan ini bisa beda lagi.
Terutama setelah Biro Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan pertama tahun 2026: 5,61 persen.
Tahun lalu saja, ketika ekonomi dilaporkan tumbuh 5,11 persen banyak yang mengecam BPS: tidak independen. Banyak yang berkomentar itu tidak sesuai dengan kenyataan.
BACA JUGA:Jangan Salah Pilih Harley-Davidson Resmi Luncurkan Mesin VVT 117!
Pun ketika angka pertumbuhan triwulan pertama 2026 diumumkan 5,61 persen banyak yang heran: hah? Justru naik? Angka apa-apaan ini?
Lalu mulailah dianalisis. Ada dua pendorong utama tingginya pertumbuhan ekonomi itu. Yang pertama berkat berkah siklikal: Lebaran.
Apalagi tahun ini Lebarannya bersamaan dengan hari raya Imlek. Penduduk banyak yang belanja untuk dua hari raya itu.
Yang kedua, ini dia: MBG –Makan Bergizi Gratis. Program MBG telah menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi secara nyata.
Maka dua hari terakhir ini sangat terasa di mana-mana: orang bicara tentang kebaikan MBG. Termasuk bagaimana MBG telah menggerakkan rantai ekonomi di lapisan bawah.
Sampai ada yang mengatakan MBG ternyata telah bisa membalik ekonomi: membuat pertumbuhan yang sekaligus pemerataan. Istimewa.