Dihantam Hujan Es, Hasil Panen Turun – Harga Anjlok

JEMUR KAWE: Tampak salah seorang petani kopi Pagar Alam tengah lakukan penjemuran kopi. --ist

KORANPAGARALAMPOS.COM - Petani kopi di Kota Pagar Alam tengah menghadapi dilema di musim panen tahun ini.

Selain hasil panen yang menurun drastis akibat cuaca ekstrem, harga jual kopi di tingkat pengepul juga mengalami penurunan cukup signifikan.

Sejumlah petani mengaku hasil panen kopi tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan musim panen sebelumnya.

Kondisi tersebut dipicu hujan es yang beberapa kali mengguyur kawasan perkebunan kopi, dalam beberapa bulan terakhir.

Salah seorang petani kopi Pagar Alam, Dian, mengatakan hujan es memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan buah kopi hingga menyebabkan banyak buah rontok sebelum berkembang sempurna.

BACA JUGA:Bandit Sosial

“Untuk hasil kopi lokal atau lengkuran di musim panen kali ini bisa dibilang cukup kurang buahnya.

Penurunan ini lebih dikarenakan adanya gempuran hujan es, sehingga mempengaruhi hasil panen, dengan membuat buah kopi runtuh sebelum berisi,” ujar Dian.

Ia menjelaskan, setidaknya 2kali hujan es melanda areal perkebunan kopi miliknya, masing-masing saat masa awal pertumbuhan buah dan menjelang musim panen.

“Setidaknya ada 2kali terjadi hujan es, pertama saat buah kopi mulai tumbuh, lalu kedua saat mendekati musim panen. Dampaknya cukup terasa, buah jadi mudah rontok dan hasil panen berkurang,” tambahnya.

BACA JUGA:ASN Kumpul Rp3-10 Juta untuk Bupati

Tak hanya hasil panen yang menurun, para petani juga harus menghadapi kenyataan harga jual kopi yang ikut merosot.

Jika sebelumnya harga kopi sempat menyentuh angka Rp70 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram, kini turun menjadi kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.

Penurunan harga tersebut tentu menambah beban petani yang sebelumnya berharap musim panen tahun ini dapat meningkatkan pendapatan setelah menghadapi biaya perawatan kebun yang tidak sedikit.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan