Helm Anak

Helm Anak--Tomy/Pagaralampos

 Helm Anak

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - SATU anak, satu cucu. Itulah sahabat saya di Huai An, Jiangshu, Tiongkok. Anak tunggalnya kini kerja di Beijing. Sudah punya anak satu. Masih balita. Sudah mulai belajar berjalan.

Kedatangan saya ke Huai An pekan lalu diketahui sang anak. Ia pun membawa istri dan anaknya ke Huai An. Sekalian agar ayah-ibunya bisa melihat cucu tunggal itu.

BACA JUGA:5 Tips Pilih AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Kamar Tidur

Betapa senang sang nenek. Betapa sayang pada si cucu. Sampai dia belikan helm lunak –untuk melindungi kepala cucu.

"Saya takut ia jatuh. Lalu kepalanya membentur lantai," ujar sang nenek.

Lihatlah foto anak balita itu. Ada helm di kepalanya. Maka si nenek merasa cucu itu aman. Begitu sayangnya pada cucu satu-satunya.

Helm untuk anak balita, awalnya sebagai alat medis. Ketika tulang tempurung si anak masih lunak. Helm itu bisa membantu menormalkan bentuk tulang tengkorak.

BACA JUGA:Harga Terbaru April 2026 Mercedes-Benz GLC L EV 2026 Terungkap SUV Listrik Mewah Ini Ternyata Punya Kejutan!

Lama-lama helm seperti itu berkembang menjadi alat pengamanan balita. Terutama ketika balita sedang belajar duduk dan berdiri. Badannya belum punya keseimbangan.

Balita sering terjengkang ke belakang. Kepalanya membentur lantai. Padahal zaman sekarang lantai rumah terbuat dari keramik yang keras.

Zaman saya balita alat seperti itu tidak diperlukan. Lantai rumah saya terbuat dari tanah. Mungkin sama empuknya dengan tulang tengkorak balita. Kini kian banyak benda keras di sekitar balita yang belajar berjalan atau berlari.

Saya tidak tahu sudah seberapa luas penggunaan "helm lunak" seperti itu di Indonesia. Di Tiongkok kian tahun kian luas –seiring dengan langkanya cucu di sana. Bentuk dan warna "helm" nya pun kian beraneka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan