Halo Wani
Halo Wani--Tomy/Pagaralampos
Wani dipanggil Armand. Dia dipindah dari tim auditor ke customer service. Tepatnya: ke Halo BCA.
Perasaan Wani campur aduk waktu itu: apakah karirnyi sedang dijatuhkan? Disingkirkan? Dihukum? Pasti pimpinan menganggap Wani berbuat kesalahan: diturunkan dari kasta tertinggi (auditor) ke kasta terendah.
BACA JUGA:Curup Mangkok Telan Korban
Wani pun menemui bos barunyi. Di situlah Wani memperoleh kejelasan: Armand ingin BCA dibenahi habis-habisan. Terutama di bidang hubungan bank dengan nasabahnya. Kuncinya: di Halo BCA.
"Orang yang berprestasi akan selalu berprestasi di mana pun ditempatkan".
Plakat dan boneka Monty (maskot contact center world) yang didatangkan dari Kanada.-Instagram Wani Sabu-
Anda masih ingat siapa yang sering mengucapkan 'hukum prestasi' itu.
Pun Wani. Dia melakukan pembenahan total di Halo BCA. Disiplin ditegakkan. Dia membawa budaya auditor ke Halo BCA. Salah satunya: kontrol yang diperketat.
BACA JUGA:Curup Mangkok Telan Korban
Wani mengadakan mesin khusus untuk bagian Halo BCA. Karyawan yang meninggalkan meja kerjanya harus menekan tombol lebih dulu.
Tombol itu ada di setiap meja. Tombol itu ada nomornya.
Tombol nomor 5 misalnya, untuk yang ingin ke toilet. Berarti waktu yang tersedia hanya lima menit. Hanya untuk ke toilet. Tidak bisa mampir merokok atau menyambangi teman di ruang lain. Di menit keenam dia/ia harus sudah kembali di meja kerja.
Tombol nomor 2 untuk salat. Ada waktunya. Tombol nomor 3 untuk makan. Tombol no 1 untuk yang ikut rapat. Dan seterusnya.
BACA JUGA:Libatkan ‘Circle’ Terdekat
Wani pun melakukan pendidikan khusus bagi karyawan di bagian itu.