Inflasi di Sumsel Naik Tipis 0,29 Persen
Mohammad Wahyu Yulianto, Inflasi di Sumsel Naik Tipis 0.29 Persen--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Tekanan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri mendorong terjadinya inflasi di Provinsi Sumatera Selatan pada Maret 2026.
Meski demikian, kenaikan harga tersebut masih berada dalam batas yang relatif terkendali.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat inflasi secara bulanan pada Maret 2026 sebesar 0,29 persen.
Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang biasanya meningkat saat momentum hari besar keagamaan.
BACA JUGA:Cegah Haji Ilegal 2026
Kepala BPS Sumatera Selatan, Mohammad Wahyu Yulianto, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan terhadap ratusan komoditas di wilayah Sumsel untuk melihat pergerakan harga selama periode tersebut.
Dari hasil pemantauan terhadap 425 komoditas, tercatat sebanyak 184 komoditas mengalami kenaikan harga.
Beberapa komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, serta tarif transportasi antar kota.
Menurut Wahyu, kenaikan harga pada komoditas tertentu merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi menjelang Idulfitri akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
BACA JUGA:Rumah Ahmadi
Namun demikian, kondisi inflasi saat ini masih tergolong stabil dan tidak menunjukkan gejolak yang berlebihan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga, terutama untuk komoditas yang diproduksi secara lokal. Upaya pengendalian dapat dilakukan melalui penguatan distribusi dan menjaga ketersediaan stok di pasar.
Di sisi lain, terdapat beberapa komponen harga yang berada di luar kendali pemerintah daerah, seperti kenaikan harga BBM non-subsidi yang mengikuti mekanisme pasar.
Faktor tersebut turut memberikan dampak terhadap biaya transportasi dan distribusi barang.