Hari Kemenangan?
Hari Kemenangan? --Tomy/Pagaralampos
BACA JUGA:Update Harga Realme GT 7T 5G Maret 2026: Pakai Dimensity 8400-Max & Layar 6000 Nits, Cuma 6 Jutaan
Tapi Presiden Donald Trump memang sudah sangat kecewa. Sudah dua minggu berperang Amerika belum bisa menggulingkan pemerintah Iran. Padahal perkiraan semula tujuan Amerika sudah akan tercapai dalam 48 jam.
Bahkan kini seluruh dunia mengecamnya: terutama setelah pasok energi dunia terhambat sangat berat.
Kekecewaan Trump lainnya: Trump sudah gembar-gembor persenjataan Iran sudah berhasil dimusnahkan. Hanya tersisa 10 persennya, bahkan tidak sampai. Tapi nyatanya Iran masih terus meluncurkan rudal dan drone dengan sasaran Israel dan pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Kejengkelan Trump bertambah-tambah: negara sekutunya menolak ikut membantu. Jepang, Korea Selatan, Inggris tidak mau kirim pasukan. Trump sampai terlihat frustrasi dengan menyatakan ”tidak ada harapan lagi NATO punya masa depan”.
Betapa malunya: Trump akhirnya sampai minta tolong Tiongkok. Agar Tiongkok mau turun tangan. Lebih malu lagi: yang diminta tidak bersedia. Sampai Trump menyatakan akan membatalkan kunjungannya ke Beijing tanggal 31 Maret depan.
BACA JUGA:Update Harga Realme GT 7T 5G Maret 2026: Pakai Dimensity 8400-Max & Layar 6000 Nits, Cuma 6 Jutaan
Jelaslah sehebat-hebat serangan udara tidak menghasilkan yang ingin dicapai. Memang serangan udara itu menewaskan tokoh utama Iran --dan banyak tokoh penting lainnya-- tapi tujuan Amerika mengganti pemerintahan Iran gagal.
Trump bukan orang yang mudah menyerah. Ia justru ingin membuktikan bahwa Amerika tidak mungkin bisa dikalahkan biar pun seorang diri. Itulah yang akan terjadi satu dua hari ini: Amerika akan menunjukkan kehebatannya di mata lawan pun sekutunya.
Di manakah 2.500 pasukan khusus itu akan mendarat? Di pantai? Diterjunkan dengan parasit? Langsung di jantung ibu kota Teheran? Atau diterjunkan di Iraq, dekat perbatasan dengan Iran?
Jangan-jangan mereka diterjunkan langsung di jantung ibu kota Teheran --dengan asumsi Teheran sudah ditinggalkan para pimpinan negara untuk menghindari serangan bom? Lalu dengan kemampuannya sebagai pasukan khusus menguasai satu sudut ibu kota --sebagai pijakan? Kemudian memperluasnya lewat operasi Rambo?
BACA JUGA:Vivo V70 FE Hadir, HP Mid-range dengan Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Trump tentu membayangkan operasi seperti itu. Di matanya itu sangat heroik. Sangat Amerika. Sangat Hollywood. Lalu rakyat di sana bangga kepadanya.
Tentu bisa saja pasukan khusus marinir itu tidak untuk melakukan pendaratan. Siapa tahu hanya untuk meningkatkan gertakan.
Hari ini atau besok puasa hari terakhir di bulan Ramadan tahun ini. Besok atau lusa adalah hari raya Idulfitri yang juga disebut sebagai hari kemenangan --menurut para juru khotbah di mimbar Idulfitri.