Serangan Fajar

Serangan Fajar--Tomy/Pagaralampos

Serangan Fajar

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Perlunya minoritas diperlakukan secara fair terbukti di dua kejadian: perang di Iran sekarang ini dan saat terjadi reformasi yang gagal di Mesir tahun 2012.

Amerika Serikat kini benar-benar mengincar suku minoritas di Iran: Kurdi –agar bisa menjadi ujung tombak Amerika untuk melakukan serangan darat.

BACA JUGA:Dukung Perdamaian Timur Tengah

Setidaknya untuk melakukan operasi provokasi terhadap rakyat Iran agar bangkit menggulingkan pemerintah.

Suku minoritas itu pernah ''dipakai'' Amerika untuk menggempur ISIS. Mereka diberi dana dan senjata. Dananya sudah distop tapi senjatanya masih ada. Mereka double minority: sunni di tengah lautan syiah dan suku Kurdi di tengah samudera suku Parsi.

Reformasi di Mesir gagal karena pemenang pemilu dimokratisnya, Ikhawanul Muslimin, sama sekali tidak mau mengajak yang kalah masuk ke dalam pemerintahan.

Semua posisi diambil habis oleh Ikhwanul Muslimin. Ketika mereka ternyata gagal menahan kenaikan harga-harga, mudah terguling.

BACA JUGA:Harga Terbaru Suzuki Burgman Street 125EX Maret 2026, Skutik Premium Irit BBM dengan Fitur Modern

Kurdi juga merasa mendapat perlakuan kurang adil dari Iran. Tidak puas. Bisa dipakai Amerika –asal ada tawaran yang menarik.

Kini, Amerika Serikat benar-benar berpikir menggunakan suku Kurdi untuk operasi di darat. Itu meninggalkan pertanyaan strategis: menang perang berkat teknologi tinggi ternyata tidak bisa mencapai tujuan akhir: menguasai wilayah lawan.

Dengan serangan jarak jauh lawan memang lumpuh. Tapi lantas mau ngapain?

Hampir saja angkatan darat dianggap tidak lagi relevan. Perang bisa sepenuhnya jarak jauh. Prajurit rendah tidak lagi jadi pion yang tewas duluan di medan perang.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan