Google Advertisement Below

Pertunjukan Darurat

Pertunjukan Darurat--Tomy/Pagaralampos

Terlihat dari berbagai isi pidato Trump: ia ingin mengembalikan kejayaan peradapan bangsa Barat.

BACA JUGA:Dominasi BeAT Runtuh? Inilah Sosok Motor Honda yang Paling Banyak Dipesan Pengunjung IIMS 2026

Ternyata belakangan Trump tidak pandang warna bulu. Musuh terbesarnya bukan lagi Tiongkok. Pindah ke tetangga terdekatnya sendiri: Kanada. Sesama kulit putih. Sahabat terdekat. Terlama. Sudah seperti saudara kembar.

Tiongkok masih terlihat emosi ketika melawan Trump. Tit for tat. Kanada tidak terlihat emosi sama sekali. Mark Carney, perdana menteri Kanada, bukan tipe sumbu pendek. Ia tipe banker: dingin, diam, taktis, penuh perhitungan. Tapi justru membuat Trump lebih emosi.

Kanada diam-diam memutuskan: Amerika tidak bisa lagi dipercaya. Lalu mengambil langkah untuk bersahabat dengan Tiongkok, negara Teluk, Eropa, dan Amerika Latin.

Akibatnya, Kanada sakit --kehilangan pasar terbesarnya-- tapi sudah bertekad untuk mandiri dari Amerika. Sakit sementara tapi merdeka di akhirnya.

BACA JUGA:Review Konsumsi BBM Bebek Sport 150cc 2026: Tembus Jarak 200 KM Sekali Full Tank, Rekomendasi Motor Irit dan B

Maka Trump pun tidak dipercaya. Pun oleh negara-negara sekutunya.

Kini Trump tidak dipercaya oleh Mahkamah Agungnya sendiri. Trump harus membatalkan keputusannya.

Berarti tarif bea masuk impor Amerika kembali ke aturan lama: antara hanya 2 sampai 3 persen. Terendah di dunia. Hanya beberapa produk pertanian yang antara 5 sampai 15 persen.

Tiongkok telanjur dikenakan 50 persen lebih. Kanada bervariasi antara 10 sampai 50 persen. Indonesia telanjur senang terkena 19 persen.

BACA JUGA:Review Konsumsi BBM Bebek Sport 150cc 2026: Tembus Jarak 200 KM Sekali Full Tank, Rekomendasi Motor Irit dan B

Indonesia ceria karena awalnya terkena 32 persen. Lalu berhasil turun karena bersedia mengenakan tarif 0 persen bagi banyak barang Amerika yang masuk Indonesia.

Keputusan Mahkamah Agung itu tentu membuat Trump luar biasa marah. Bukan saja reputasinya kian hancur juga ambisinya memajukan Amerika kandas! Ia pasti punya perasaan: di negara demokrasi itu sulit membuat terobosan demi kemajuan bangsa!

Padahal dengan tarif barunya itu Trump ingin agar Amerika jangan lagi hanya dijadikan pasar oleh negara lain. Agar harga barang dari negara lain kian mahal. Lalu rakyat Amerika terpaksa membeli barang produk Amerika sendiri. Industri di Amerika pun akan seperti laki-laki yang baru dapat viagra.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google