Sopan Santun dalam Berbicara
Sopan Santun dalam Berbicara, oleh Ust. Muliadi Mangku Anom (Pengasuh Qolbu Koran Pagaralam POS)--ilustrasi_net
BACA JUGA:Resmi QJMOTOR Perkenalkan Tourino 250 DX dan SRK 250 RA di IIMS 2026, Yuk Simak Penjelassannya!
Nilai-nilai kesantunan berbahasa dalam beragama juga merupakan salah satu kewajiban manusia yang bentuknya berupa perkataan yang lembutdan tidak menyakiti orang lain.
Kesantunan dipadankan dengan konsep qaulan karima yang berarti ucapan yang lemah lembut, penuh dengan pemuliaan, penghargaan, pengagungan, dan penghormatan kepada orang lain.
Berbahasa santun juga sama maknanya dengan qaulan ma’rufa yang berarti berkata-kata yang sesuai dengan nilai-nilai yang diterima dalam masyarakat penutur.
Oleh karena itu, pendidikan etika berbahasa memiliki peranan yang sangat penting.
BACA JUGA:Kamera 200MP atau Chipset Kencang? Duel Sengit Redmi Note 15 5G vs POCO X7 5G di Kelas 3 Jutaan!
Pemerolehan pendidikan kesantunan berbahasa sangat diperlukan sebagai salah satu syariat dalam beragama.
Dengan kesantunan, dapat tercipta harmonisasi pergaulan dengan lingkungan sekitar.
Penanaman kesantunan berbahasa juga sangat berpengaruh positif terhadap kematangan emosi seseorang.
Semakin intens kesantunan berbahasa itu dapat ditanamkan, kematangan emosi itu akan semakin baik.
Aktivitas berbahasa dengan emosi berkaitan erat.
BACA JUGA:Siap Gusur Dominasi ADV? Kymco Dink G150 2026 Resmi Meluncur, Fiturnya Bikin Honda Ketar-ketir!
Kemarahan, kesenangan, kesedihan, dan sebagainya tercermin dalam kesantunan dan ketidaksantunan itu.
Berbahasa santun seharusnya sudah menjadi suatu tradisi yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil.
Anak perlu dibina dan dididik berbahasa santun.