Ibadah Stres Oleh: Dahlan Iskan
Ibadah Stres--Tomy/Pagaralampos
Ibadah Stres
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Kalau saja permintaan MSCI dipenuhi,apa saja yang akan berubah di Bursa Efek Indonesia?
Selama ini pemilik PT BEI adalah para perusahaan broker saham. Yakni mereka yangdulunyamenjadi anggota Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Di bursa hasil merger BEJ dan BES itu satu perusahaan broker memiliki satu saham.
BACA JUGA:Selaraskan Program Prioritas Nasional Indonesia Emas 2045
Di HongKong, pemilik bursa saham adalah publik–sampai sekitar 65 persen. Selebihnya: beberapa perusahaan keuangan kelas dunia dan pemerintah HongKong. Tidak satu pun pemegang saham yang memiliki lebih dari enam persen.
Pemerintah HongKong sendiri hanya memegang saham enam persen.
Perusahaan bursa di HongKong memang sudah IPO di bursa saham HongKong. Sejak IPO sudah disengaja agar saham yang di tangan publik melebihi 60 persen.
Dengan demikian saham perusahaan bursa itu sendiri diperdagangkan secara ramai di lantai bursa.
BACA JUGA: Prabowo Tegur Bali soal Sampah
Begitu pula bursa-bursa saham di berbagai negara maju. Semua adalah perusahaan yang sudah IPO.
Berarti ke depan PT Bursa Efek Indonesia juga akan IPO di BEI. Tentu setelah struktur perusahaannya direformasi. Manajemennya pun akan dipegang profesional–yang tidak ada hubungan dengan pemegang saham.
Dalam IPO PT BEI nanti sejarah akan terjadi: inilah kali pertama ada perusahaan yang akan menjual mayoritas sahamnya di lantai bursa. Bayangan saya, PT BEI akan melantaikan 65 persen sahamnya.
Selama ini perusahaan yang IPO sangat''pelit'' menjual jumlah sahamnya. Apalagi yang di-free float-kan. Banyak yang hanya 7,5 persen–dari total saham yang dimiliki perusahaan. Peraturan OJK memang membolehkannya.