Kumpul Optimis
Kumpul Optimis --Tomy/Pagaralampos
BACA JUGA:Dukung Program Presiden Prabowo, Polres Pagar Alam Gelar Panen Jagung di Kelurahan Selibar
Dari pabrik Viva kami menuju Sidoarjo: ke kawasan industri halal. Pertama di Indonesia. Namanya: SEZ Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS). Luasnya: 148 hektare. Pemiliknya sama dengan pemilik kawasan industri Safe 'N' Lock –lokasi keduanya memang berimpitan.
Ia pengusaha Tionghoa asal Padang: Adi Saputra Tedja Surya. Punya bisnis hotel di Bali dan Pontianak. Yang di Pontianak hotelnya hampir jadi: Four Points. Tujuh lantai. Arsitekturnya unik sekali. Setiap lewat Jalan Ahmad Yani saya selalu bertanya: siapa pemilik proyek yang menarik itu.
Baru dari perjalanan wisata ini saya tahu: pemiliknya ternyata sama dengan pemilik kawasan industri halal di Sidoarjo. Ia masih akan pula masuk bisnis rumah sakit.
BACA JUGA:UNILED Pagaralam Siap Jadi Pilihan Tepat Generasi Muda
Yang masih ditunggu adalah peraturan pemerintah yang akan menaungi kawasan ekonomi khusus halal itu.
Awalnya saya bertanya-tanya perlukah ada kawasan khusus untuk industri halal?
Ternyata alasannya jelas: persaingan antar negara. Persaingan bisnis kini tidak lagi hanya persaingan antar perusahaan. Sudah antarnegara.
Malaysia memiliki itu. Singapura juga memilikinya –meski dibangun di negara lain. Maka ekspor produk halal Malaysia lebih besar daripada Indonesia. Bahkan Singapura pun lebih besar dari Indonesia.
BACA JUGA:Sajian Donat dan Cake Labu Kuning yang Lezat, Sehat dan Penuh Inovasi
Saya lihat ini tidak hanya soal syariah. Tapi juga soal marketing. Bahkan marketing tingkat negara. Halal ternyata dilihat tidak hanya dari kandungan makanan itu. Juga dari prosesnya.
Halal menyangkut isinya. Toyib menyangkut prosesnya. Maka kawasan industri halal untuk bersaing di pasar halalan thayyiban.
Sebenarnya PP soal kawasan industri halal diharapkan sudah turun di zaman Presiden Jokowi. Wapres kala itu, KH Ma'ruf Amin, sudah meninjau kawasan di Sidoarjo timur itu.
BACA JUGA:Siomay Callysta Hadir di Kota Pagaralam
Kami pun makan siang di pendapa Kabupaten Sidoarjo. Sekaligus diskusi: kiat-kiat keberhasilan para pengusaha kecil itu. Di situ tampil M. Mukhlis. Anggota rombongan asal Sidoarjo. Dari jualan pentol (bakso) pakai sepeda keliling di desa-desa sampai menjadi ''konglomerat pentol'' di Sidoarjo.