Relaksasi Angkutan Batubara Diminta
Pemprov Sumsel Belum Ambil Keputusan Relaksasi Angkutan Batubara Diminta--ist
BACA JUGA:Siapkan Beasiswa Patriot untuk 1.100 Peserta
Apriyadi juga menegaskan bahwa jika dispensasi sementara diberikan, maka akan disertai kriteria yang sangat ketat. Relaksasi hanya akan diprioritaskan untuk sektor vital seperti industri semen dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Selain itu, izin sementara hanya akan dipertimbangkan apabila perusahaan menunjukkan progres fisik nyata dalam pembangunan infrastruktur angkutan batubara berbasis rel kereta api.
Pemerintah tidak ingin dispensasi menjadi solusi permanen.
“Pasti ada kriteria khusus dan sore ini saya akan melapor langsung kepada Gubernur terkait hasil pemeriksaan lapangan serta permohonan ini,” tambahnya.
BACA JUGA:Sat Binmas Polres Pagar Alam Edukasi Pelajar di SMPN 6
Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk, Suherman Yahya, mengakui bahwa operasional perusahaan saat ini sangat bergantung pada sisa stok batubara yang tersedia.
Ia berharap pemerintah dap
at memberikan solusi terbaik agar produksi semen tidak terhenti selama masa transisi. “Tentunya larangan ini akan mengganggu. Kami akan berusaha semaksimal mungkin mengejar dan mendukung upaya dari Pemerintah Sumatera Selatan,” pungkas Suherman.