Negara Ro-ro

Negara Ro-ro--Tomy/Pagaralampos

Inilah salah satu pikiran besarnya untuk masa depan Indonesia. Terutama di bidang logistik: "Indonesia itu diciptakan sebagai negara ro-ro by nature," katanya dua hari lalu.

Tapi ia melihat selama ini arah kelautan Indonesia tidak sesuai dengan kehendak alam itu. Jenis kapal dan pelabuhan yang dikembangkan melawan alam.

"Arah pembangunan seharusnya sesuai dengan kehendak alam," katanya. "Tapi yang dilaksanakan berdasar pemikiran proyek," ujar Lino. Yang penting ada proyek. Kian besar proyek kian semangat. Soal cocok dengan nature Indonesia atau tidak siapa yang peduli.

BACA JUGA:Larang Kepala Daerah ke Luar Negeri

"Mungkin karena saya dilahirkan sebagai orang laut. Dari Ambon dengan kakek-nenek dari Rote. Pemikiran saya berangkat dari laut," katanya. "Ini beda dengan pemikiran orang yang lahir di darat," tambahnya –sambil menunjuk saya yang lahir di pedalaman Jawa.

Cara berpikir yang salah itulah, kata Lino, yang membuat biaya logistik di Indonesia termasuk yang terjelek di dunia. Paling mahal. Pun di Asia Tenggara.

Angkutan barang dari Surabaya ke Jakarta, misalnya, yang lewat laut kurang dari 10 persen. Yang pakai kereta api hanya satu persen. Selebihnya lewat truk, jalan darat.

BACA JUGA:Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner Wajib Mualaf Sebelum Nikahi Jennifer Coppen

Jepang saja, kata Lino, mengandalkan ro-ro. Di Jepang, peranan angkutan barang lewat laut sampai hampir 50 persen. Termasuk untuk angkutan di satu pulau yang bisa sepenuhnya lewat jalan darat. Padahal Jepang bukan dilahirkan sebagai "negara ro-ro".

Pun Norwegia. Dari selatan ke utara mengandalkan ro-ro. Begitu dipentingkannya ro-ro sampai truk trailer pun dibuat bisa masuk ro-ro.

Dengan kapal jenis ro-ro maka truk bisa langsung masuk kapal. Tidak perlu ada biaya bongkar-muat. Sampai di tujuan truk bisa langsung jalan ke alamat. Tidak perlu juga biaya bongkar muat.

Pembangunan pelabuhannya pun lebih sederhana. Tidak perlu pelabuhan dengan kedalaman sembilan sampai 16 meter. Kedalaman lima meter pun cukup.

BACA JUGA:Hotel Pondok Kemuning, Pilihan Penginapan Nyaman dan Strategis

Harusnya satu-satunya yang boleh tidak pakai ro-ro hanyalah Jakarta-Medan dan Jakarta-Makassar. "Surabaya-Makassar pun masih bisa pakai ro-ro," kata Lino.

Sebenarnya sangat menarik menuliskan jalan hidup Lino secara berseri di Disway. Utamanya tentang nasib tragisnya itu –sampai masuk penjara. Lino hidup di era yang kurang tepat –atau Prabowo yang kurang cepat jadi presiden.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan