Empat Dimensi

Empat Dimensi--Tomy/Pagaralampos

Lawan maupun kawan Trump lantas menggunakan istilah yang sama untuk menggambarkan pertemuan itu: "Trump sedang main catur empat dimensi".

BACA JUGA: Pemprov Sumsel Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Menjelang Nataru

Istilah politik ''main catur empat dimensi" dipakai sejak abad 16 atau 17. Permainan catur dua dimensi saja rumit. Maka betapa rumitnya catur empat dimensi. Mustahil. Tidak ada itu catur tiga dimensi –apalagi empat dimensi.

Tapi Trump memainkannya. Pendukung Republik yang tidak suka Trump sampai bersatire: "Jadi, sekarang kita harus berbaik-baik dengan komunis?" Ada satire yang lain lagi: "Ternyata komunis itu baik-baik saja".

Kalimat-kalimat itu muncul setelah terlihat begitu hangatnya pertemuan antara Trump dan Mamdani. Itu tercermin dari konferensi pers yang videonya saya lihat berkali-kali itu.

Saya sangat terkesan dengan ekspresi dua tokoh tersebut. Begitu cair. Begitu natural. Begitu rukun. Ibarat dua orang yang sudah lama bersahabat.

BACA JUGA:Kesadaran Warga Kunci Lingkungan Bersih

Padahal itulah kali pertama Trump bertemu Mamdani –pun sebaliknya. Tapi sudah terlihat begitu akrabnya.

Salah satu adegan yang saya sukai adalah ketika wartawan wanita bertanya pada Mamdani: apakah ia akan menarik kembali penilaian buruknya pada Trump. Khususnya bahwa Trump itu diktator.

Mamdani terlihat akan menjawab pertanyaan dengan cepat. Beberapa kata sudah diucapkan. Tapi Trump lebih cepat menjawil lengan Mamdani: "bilang saja, ya," katanya. Lalu Trump menepuk dua kali lengan Mamdani bagian atas –sambil Trump menatap wajahnya dengan senyum penuh arti.

"Ok," jawab Mamdani lirih sambil  menatap Trump sesapuan.

BACA JUGA:Peningkatan penjualan produk dengan melakukan E-commerce

Setelah itu Trump menjelaskan bahwa ia tidak merasa keberatan dengan penilaian Mamdani itu. Banyak pihak lain yang memberi penilaian lebih buruk dari itu.

Salah satu bentuk permainan ''catur empat dimensi'' itu terlihat dari setting konferensi pers itu sendiri. Trump duduk di kursi kepresidenannya. Mamdani di-setting hanya berdiri. Di sebelahnya. Kelihatannya sengaja di-setting hanya ada satu kursi di situ.

Mamdani seperti menerima saja itu dengan apa adanya. Mungkin ia tahu bahwa ia ''hanya'' seorang wali kota terpilih. Tidak layak duduk di kursi yang bersebelahan dengan presiden. Dan itu lebih baik bagi Mamdani. Daripada duduk di kursi bersebelahan tapi dimaki-maki. Seperti yang dialami Presiden Zelenskyy dari Ukraina dulu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan