Cium Kaki
Cium Kaki Oleh: Dahlan Iskan--Tomy/Pagaralampos
Sampai pun para pemegang saham publik mempertanyakannya. Alam Sutera memang sudah IPO sejak lama.
Pembangunan kembali GWK itu akhirnya juga membawa berkah bagi seniman besar Bali: I.Nyoman Nuarta. Ia pematung kelas dunia.
Mangkraknya GWK sangat menyiksa batinnya. Nyomanlah yang mengerjakan patung Garuda Wisnu Kencana itu. Patung raksasa.
Anda sudah tahu: patung itu tingginya 121 meter --termasuk pondasinya yang 46 meter. Itu jauh lebih tinggi dari patung Liberty di New York yang 93 meter --sudah termasuk pondasinya.
BACA JUGA:Doroang Transformasi Teknologi Menuju Swasembada Pangan
Sebenarnya proyek GWK sempat macet di tengah jalan. Ada permintaan Nyoman yang sulit dipenuhi Pak The. Tapi Bali segera jadi tuan rumah sidang IMF sedunia. Menko Luhut Panjaitan pun memanggil Nyoman dan pihak Pak The. Beres.
Dengan masuknya Pak The, Nyoman seperti hidup lagi --dalam pengertian yang sebenarnya. Selama proyek itu macet Nyoman terkena penyakit yang membahayakan: hepatitis C.
Hebatnya Nyoman punya semangat sembuh yang luar biasa. Ia pelajari semua aspek hepatitis C. Akhirnya ia menemukan obatnya.
BACA JUGA:Wadah Kolaborasi Mengoptimalkan Potensi PAD
Obat itu obat baru. Belum resmi diakui oleh FDA-nya Amerika. Tapi sudah bisa dicoba. Harganya mahal sekali: Rp1 miliar --mungkin sekarang setara dengan Rp2 miliar. Nyoman berhasil membelinya. Ia sembuh total. Sehat sekali.
Kapan itu saya bertemu Nyoman di Bandung --tempat tinggalnya sekarang. Saya sepakat untuk datang ke rumahnya --tepatnya ke galerinya.
Ketika menuju rumahnya itu hujan lebat tak kunjung reda. Jalan pun macet total. Akhirnya waktu pun berlalu.
Masih ada berkah lain: Nyoman memenangkan proyek yang jauh lebih besar: Istana Negara di Ibu kota Nusantara, IKN.
BACA JUGA:Doroang Transformasi Teknologi Menuju Swasembada Pangan
Nyoman, yang saat sakit hanya punya cita-cita tertinggi agar GWK terwujud sebagai karya akhir dalam hidupnya, ternyata bikin sejarah besar yang lain lagi di IKN.