Dhaka, Kota Paling Macet di Dunia
Dhaka, Kota Paling Macet di Dunia-net-kolase
KORANPAGARALAMPOS.COM - Dhaka, ibu kota Bangladesh, dikenal sebagai salah satu kota terbesar dan terpadat di Asia Selatan.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 20 juta jiwa di wilayah seluas 304 kilometer persegi, kota ini menjadi pusat ekonomi, politik, dan kebudayaan negara tersebut.
Dhaka menyimpan sejarah panjang, budaya beragam, sekaligus dinamika modern yang pesat. Namun, di balik geliatnya, kota ini menyandang predikat yang ironis yaitu kota paling lambat di dunia.
Sejarah Dhaka bermula sejak abad ke-7 Masehi. Kota ini berkembang pesat pada masa pemerintahan Mughal abad ke-17, ketika dijadikan pusat perdagangan dan administrasi penting.
BACA JUGA:Memecah Kontroversi dan Menguak Misteri: Mengapa Gunung Padang Kembali Diteliti di Tahun 2025?
Bukti kejayaan tersebut masih dapat ditemukan melalui bangunan bersejarah seperti Benteng Lalbagh dan Masjid Tara.
Secara geografis, Dhaka berada di dataran rendah Delta Sungai Gangga dan Brahmaputra, dekat Sungai Buriganga.
Sungai ini dahulu menjadi jalur perdagangan dan sumber air utama.
Namun, kini Buriganga tercemar parah oleh limbah industri, rumah tangga, hingga medis, menjadikannya salah satu sungai paling beracun di dunia.
BACA JUGA:Mengungkap Temuan Terbaru yang Mengejutkan, Ini Hasil Penelitian Gunung Padang
Meski demikian, sungai ini tetap memegang peran vital dalam konektivitas ekonomi Bangladesh.
Ekonomi Dhaka bertumpu pada industri tekstil, garmen, serta teknologi informasi.
Kawasan bisnis seperti Motijheel dan Gulshan menjadi pusat perdagangan, sementara institusi pendidikan ternama seperti Universitas Dhaka dan Institut Teknologi Bangladesh melahirkan sumber daya manusia unggul.