Dhaka, Kota Paling Macet di Dunia

Dhaka, Kota Paling Macet di Dunia-net-kolase

BACA JUGA:Gunung Bunter Situbondo, Surga di Atas Awan dengan Spot Selfie Instagramable dan Edukasi Bonsai

 Kondisi ini memperburuk kualitas layanan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Situasi transportasi yang kacau mendorong masyarakat kelas menengah ke atas beralih menggunakan mobil pribadi. 

Data menunjukkan jumlah mobil pribadi meningkat dua kali lipat dari 160.000 unit pada 2010 menjadi 336.000 pada 2023. 

Ironisnya, keberadaan mobil pribadi justru memperparah kemacetan di jalan-jalan utama.

BACA JUGA:Belanja Oleh-Oleh di Lombok? Jangan Lewatkan Kerajinan Tangan Asli Lokal Ini!

Kemacetan kronis di Dhaka membawa dampak luas. 

Produktivitas menurun karena waktu terbuang di jalan. 

Polusi udara meningkat akibat kepadatan kendaraan, sementara kualitas hidup masyarakat merosot karena stres berkepanjangan. 

Perempuan, anak-anak, dan lansia menghadapi risiko lebih besar saat menggunakan transportasi umum yang tidak aman.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Batu, Ini Dia Pentingnya Penelitian Gunung Padang

Dhaka adalah kota penuh paradoks, pusat ekonomi yang berkembang, namun terjebak dalam kemacetan yang menghambat kemajuannya. 

Tanpa reformasi transportasi publik dan pengelolaan lalu lintas yang tegas, predikat sebagai kota paling lambat di dunia akan terus melekat. 

Pemerintah Bangladesh perlu mempercepat pembangunan transportasi massal, memperbaiki regulasi, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi demi mewujudkan Dhaka yang lebih layak huni.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan