Orang Ketiga

Disway--Pagaralam Pos

Cyril mencoba menjelaskan bahwa genosida itu hanya mitos. Yang banyak jadi korban rasial justru  warga kulit hitam. Trump seperti mengabaikan penjelasan Cyril itu.

BACA JUGA:Tawarkan Daya Tarik Wisata Alam dan Budaya

Trump memang terus memotong pembicaraan Cyril. Bahkan Trump menunjukkan video bagaimana petani kulit putih dikubur hidup-hidup bersama salib putihnya.

Dalam pertemuan itu Cyril seperti mati kutu. Trump sangat mendominasi pembicaraan. Sangat memojokkan Cyril. Dalam pertemuan itu Trump minta diputarkan video. Isinya: orang-orang kulit putih jadi korban kebiadaban rasial.

Cyril seperti ingin menjelaskan sesuatu. Tapi Trump terus melihat video itu dengan sangat serius. Pun para tamu lainnya. Termasuk media. Trump mempermalukan Cyril lewat video dan copy-copy cetakan.

Cyril bukan seperti Zelenskyy dari Ukraina. Zelenskyy berani memotong pembicaraan Trump. Berani membantah. Cyril terlalu sopan di depan Trump --dengan wajah yang juga selalu tersenyum ramah.

Padahal tidak semua kejadian di video itu di Afsel. Ternyata kejadian itu di Kongo.

BACA JUGA:Pemkot Ancam Cabut Izin Bandung Zoo

Cyril hanya sempat sekali usil. Ia sempat menyindir Trump dengan sikap merendah. Ia mengatakan dirinya tidak punya pesawat mewah seperti Qatar yang bisa diberikan ke Trump, tapi Trump buru-buru menukasnya: "saya harap Anda punya dan saya akan mengambilnya".

Lula tidak mau bertemu Trump khawatir akan senasib seperti Cyril. Sebenarnya bagus juga kalau tokoh buruh seperti Lula bertemu Trump. Ingin tahu apa yang akan dilakukan Lula pada Trump.

Dengan dihinakannya Cyril  lengkaplah kini empat negara pendiri BRICS menjadi lawan utama kebijakan Trump.

Empat lawan satu. Super Donald. Atau Super Trump.(Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan