DOB Peluang Pemerataan Pembangunan
ilustrasi--Net
KORANPAGARALAMPOS.COM – Wacana pemisahan Kota Pagar Alam dari Provinsi Sumatera Selatan dan bergabung dalam usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Sumatera Selatan Barat (Sumselbar) terus mengemuka dan memantik beragam respons dari masyarakat.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa usulan DOB Sumselbar tengah masuk dalam agenda pembahasan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Masyarakat Pagar Alam pun terbagi dalam menanggapi isu ini.
Sebagian warga menilai gagasan ini tidak memiliki urgensi dan justru berpotensi menimbulkan tarik-menarik kepentingan antar daerah.
BACA JUGA:Bangun Koperasi Lebih Maju dan Mandiri
“Menurut kami, ide memasukkan Kota Pagar Alam ke DOB Sumselbar tidak akan membawa perubahan signifikan.
Kota Lubuk Linggau pasti ingin jadi pusat pemerintahan.
Jadi, Pagar Alam akan tetap begini-begini saja,” kata Robi, tokoh pemuda setempat, Kamis (10/7).
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pagar Alam sekaligus politisi Partai NasDem, Jenny Sandyah, melihat dari sisi berbeda. Ia menilai bahwa pemekaran wilayah bisa menjadi peluang besar untuk pemerataan pembangunan.
BACA JUGA:Iqro Jimmy
“Tujuan pembentukan DOB adalah agar pembangunan lebih merata dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jenny.
Namun demikian, ia menekankan bahwa dampak positif baru akan dirasakan jika Pagar Alam dijadikan ibu kota provinsi Sumselbar.
“Pagar Alam secara geografis berada di tengah kawasan calon provinsi dan telah memiliki fasilitas seperti bandara,” tambahnya.
Terkait sikap resmi Partai NasDem, Jenny menyatakan masih menunggu arahan dari DPW NasDem Sumsel.