Tradisi Gunungan yang Ada di Jogja dan surakarta
Grebeg gunungan tradisi Yogyakarta dan Surakarta--Net
Biasanya, Keraton Yogyakarta mengadakan Grebeg Maulud pada tanggal 12 Rabiul Awal setiap tahunnya.
Tradisi ini juga dikenal dengan Grebeg Sekaten, yang diadakan di bulan Rabiul Awal untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
BACA JUGA:Perkuat Citra Destinasi Wisata Unggulan di Sumsel
Tradisi Grebeg Maulud biasanya diawali dengan acara Sekaten yang berlangsung selama tujuh hari di Alun-alun Utara.
Pada acara puncak, gunungan yang berisi makanan dan hasil bumi diarak dari Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman untuk dibagikan kepada masyarakat.
Setidaknya ada enam gunungan yang disiapkan untuk dibagikan.
Empat gunungan akan diarak menuju Masjid Besar Kauman, sementara dua gunungan lainnya akan dibawa ke Kantor Gubernur DIY dan Istana Pakualaman.
BACA JUGA:Rumbah, Salad Tradisional Khas Indramayu yang Unik! Ini Bahan dan Cara Membuatnya
Grebeg Besar
Grebeg Besar dilaksanakan di bulan Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Grebeg ini juga dikenal dengan sebutan Grebeg Besaran atau Grebeg Qurban.
Seperti pada Grebeg yang lain, gunungan hasil bumi diarak dan dibagikan kepada masyarakat sebagai lambang berbagi dan kebersamaan.
BACA JUGA:Botok Ikan Pedas Manis, Menu Tradisional yang Bikin Ketagihan
Pelaksanaan Grebeg Jogja
Pelaksanaan Grebeg Jogja selalu berlangsung meriah dan khidmat.