Rambut Identik
Disway--Pagaralam Pos
Wanita asal Sidoarjo ini sudah beberapa kali hadir di Hedon Estate milik drg David. Di situ memang sering diadakan acara deradikalisasi ekstremis.
BACA JUGA:Inilah Penyebab Mesin Motor Berisik saat Dinyalakan, Cek Penjelasanya Disini!
"Antarkan saya bertemu Pak Marthinus Hukom," bisik Khusnul meraih telinga saya.
"Itu beliau ada di sana. Temui saja," jawab saya.
"Tidak berani," katanyi.
"Ayo, ikut saya."
BACA JUGA:Simak Penjelasanya! Buat Kamu Yang Baru Belajar, Inilah Cara Mengendarai Motor Matic
Pak Marthinus bangkit dari sofa. Ia hentikan pembicaraan dengan tamu-tamu VIP. Ia rangkul Khusnul Khotimah. Ia dengarkan curhat itu. Puas. Khusnul sudah berhasil menyampaikan uneg-unegnyi.
Marthinus adalah jenderal polisi bintang tiga. Asli Ambon. Istrinya orang Jombang yang lahir di Jakarta. Kini Marthinus menjabat kepala Badan Narkotika Nasional, BNN.
"Sudah lama kita tidak jumpa ya Pak," ujar Marthinus.
"Iya Pak. Hampir 15 tahun," kata saya.
BACA JUGA:Rahasia Souffle Pancake Mengembang Sempurna, Selembut Kapas
Waktu itu Marthinus masih sangat muda. Pangkatnya masih mayor. Ia menjadi tim antiteror yang sangat andal –di bawah komando Jenderal Gories Mere. Kami saat itu tergabung dalam satu misi ke Thailand. Ke ujung barat daya negeri itu. Ke dekat perbatasan Myanmar dan Laos. Daerah itu dikenal sebagai ''segitiga emas'' perdagangan obat bius.
Ibu Suri kerajaan Thai memang sedang mengadakan program besar deradikalisasi di wilayah itu. Tanaman opium diubah menjadi perkebunan makadamia.
Kami naik pesawat pribadi milik seseorang yang juga aktif di gerakan deradikalisasi. Pulangnya kami mampir mendarat di Batam dengan satu acara: makan martabak Har di Batam. Lalu bergegas balik ke Jakarta.