Google Advertisement Below

Disonansi Israel-Hamas

Disonansi Israel-Hamas--Net

"Kami katakan pada seluruh dunia. Tidak ada migrasi kecuali ke Yerusalem." Itulah respon berani Hamas terhadap kekerasan verbal Donald Trump. Menyangkut memukimkan rakyat Gaza ke Mesir, Yordania.

Ancaman Trump, agar Hamas membebaskan seluruh 70-an sandera Israel. Tidak diperdulikan Hamas. Hamas hanya telah membebaskan tiga sandera (15/2): Sagui Dekel-Chen, Iair Horn, dan Sasha Troufanov. Kini sudah di tangan IDF.

Terlalu 'hiperbolik' untuk memgatakan Hamas telah memenangkan "psywar" terhadap Israel, juga Donald Trump. 

BACA JUGA:Siskamling Dinilai Efektif Tingkatkan Keamanan

Namun ada yang menarik, pembebasan sandera Palestina oleh Israel kali ini. Israel meng-imitasi, meniru cara Hamas membebaskan rakyat Palestina. Kali ini, ratusan tahanan Palestina telah didandani rapi. Seolah Israel ingin mengatakan. "Kami manusiawi".

Biasanya tirus, kurus, lusuh, tahanan Palestina dipakaikan kemeja bergambar "Awal Zaman Daud". Ber-'banner': "Kami tidak akan melupakan, atau memaafkan" . Dalam bahasa Arab, seolah Israel ingin mengatakan. "Hamas kejam".

Kekerasan fisik dan mental,  kurang tudur, kelaparan di penjara Israel.  Dialami oleh para  tahanan Palestina.  

Dilaporkan oleh Pusat Informasi Israel untuk HAM yang berjudul. "Selamat datang di neraka" (2024). Merilis 55 tahanan Palestina yang dibebaskan. Memperlihatkan "gap", antara perlakuan Israel dan Hamas terhadap tawanan.

BACA JUGA:Cegah DBD dengan Menerapkan 3 M

Fase ke-6, dari tujuh fase tahap ke-1, telah berjalan baik. Sabtu depan, sebelum memasuki perundingan Tahap ke-2, akan menuntaskan jumlah 33 sandera Israel yang  dibebaskan.

Bagaimana kelanjutannya. Masih teka-teki. Terlebih bila AS tidak berupaya mendinginkan keadaan. Minggu depan, masih teka-teki.*(Sabpri Piliang)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google