Allah Subhanahu wa ta’ala telah menegaskan dalam firman-Nya, bahwa dzikir akan memberikan ketenangan untuk hati seseorang.
BACA JUGA:Okara Disulap Jadi Pakan Ternak Berkualitas
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya, “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram,” (QS Ar-Ra’du: 28).
معاشر المسلمين رحمكم الله
Selanjutnya, hati kita senantiasa akan diberikan ketenangan sebab ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala
Hamba yang taat akan dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan taat ini adalah salah satu sifat orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Sebagai bentuk kecintaan Allah Subhanahu wa ta’ala terhadap hambanya yang taat, Allah akan memberikan ketentraman dalam hatinya.
BACA JUGA:Besarkan Partai, Layani Rakyat Sepenuh Hati
Masalah-masalah yang dihadapi akan cepat terurai. Bahkan ia akan dilimpahi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya, “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga,” (QS Ath-Thalaq: 2-3).
معاشر المسلمين رحمكم الله
Hal lain yang bisa memberikan ketenangan pada hati kita adalah ikhtiar untuk selalu memperdalam ilmu Allah swt. Terbersit oleh kita, bahwa kadang hati kita kian lapang dan lebih tenang saat mendapatkan pencerahan dari kiai atau ulama yang memiliki ilmu begitu luas atas masalah-masalah yang kita hadapi.
BACA JUGA:Dongkrak Nilai Jual, Buka Peluang Pasar Digital
Pada saat yang sama, kita menyadari bahwa betapa pentingnya ilmu. Ilmu akan membuka tabir kegelapan, mencerahkan hati yang tertutupi oleh kebodohan.
Karena itu, indah jika kita bersama-sama senantiasa memanfaatkan sisa usia dan kesempatan ini untuk mendalami ilmu-ilmu Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena. Ilmu adalah cahaya yang selalu menerangi pemiliknya sekaligus menuntunnya ke jalan keselamatan.