Bawah Bantal
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Ternyata ada jam yang lebih mahal dari jam meerk Richard Mille: Jampidsus.
Anda sudah tahu harganya. Anda juga sudah tahu itulah guyonan warganet atas pengunduran diri jaksa agung muda tindak pidana khusus Sabtu kemarin: Febrie Ardiansyah.
Beberapa jam sebelum mundur, Febrie masih mencoba bertahan. Ia masih berani melakukan konferensi pers dua arah: bertahan sekaligus melawan.
Ia mencoba memainkan opini: penggerebekan kafe dan rumahnya oleh polisi itu sebagai serangan balik atas pengungkapan korupsi di proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung.
BACA JUGA: Guru Kini Bisa Belajar dari Rumah
Febrie ingin mengesankan bahwa Polri sedang melawan Kejagung. Febrie juga ingin mengesankan Kejagung tidak takut. Pengungkapan korupsi MBG akan diteruskan. Calon tersangkanya bahkan naik dari 41 ke 47. Febrie juga menggunakan strategi mencantolkan diri ke cantolan yang lebih tinggi: presiden. Semua yang ia lakukan itu demi menyukseskan program utama Presiden Prabowo.
Soal ditemukannya uang Rp60 miliar di kafe de'Clan dan Rp476 miliar di rumahnya di Sentul, ia mencoba pakai strategi bertahan. Katanya: Itu bukan uangnya. Uang itu ada yang punya. Kafe itu bukan kafenya. Ada yang punya.
Tidak lama setelah konferensi pers Jampidsus itu, Polri juga mengadakan kegiatan serupa. Telak. Polri menampilkan tumpukan uang yang banyak sekali, termasuk uang dolar. Juga mempertontonkan emas batangan sebanyak 74 kg –dua kilogram lebih banyak dari emas yang ada di puncak tugu Monas Jakarta.
BACA JUGA:KPK Tahan Bupati Sidoarjo Etik Suryani
Setelah dua konferensi pers itu wartawan hanya bisa mengintip dan menguping berseliwerannya sinyal-sinyal rahasia tingkat paling tinggi. Itulah Jumat malam yang sangat menegangkan.
Sampai larut malam. Kontak-kontak paling rahasia bertalu antara Istana, Mabes TNI, Kemenhan, Kejagung, Mabes Polri. Puncaknya, di tengah malam yang sunyi, mungkin sudah masuk waktu hari Sabtu dini hari sebuah surat ditandatangani. Lalu dikirimkan ke Jaksa Agung. Isinya: surat pengunduran diri Febrie Ardiansyah sebagai jampidsus.
Dengan cara itu maka tidak ada lagi kesan Polri berhadapan dengan Kejaksaan Agung. Yang ada adalah Polri menangani perkara pribadi warga negara bernama Febrie Ardiansyah. Apakah ada nego di balik itu perlu menunggu adanya tembok-tembok bertelinga yang mau bicara.
BACA JUGA:Masukan DPRD Jadi Bekal Perbaikan Pembangunan