Dokter Icha

Selasa 30 Jun 2026 - 16:17 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

BACA JUGA:Review Toyota Innova Reborn Tipe G 2026 MPV Legendaris yang Masih Sulit Ditandingi, Apakah Masih Layak Dibeli!

Anda sudah sangat tahu Bethel Woodstock: peristiwa bersejarah dalam dunia musik. Di tahun 1969 itu muncul gerakan anti perang di kalangan pemusik. Juga aliran kebebasan. Lahirnya hippies. Mereka mengadakan festival musik rock di tengah hutan. Kini lokasi itu jadi museum. Ini zaman penyanyi idola Anda: Bob Dylan.

Dokter Icha masih muda: 27 tahun. Cantik eksotik. Saya pun mengontak beberapa dokter di NTT. Saya ingin tahu lebih banyak tentang peristiwa itu: kok bisa anggota DPRD menekan dokter sampai dokternyi gantung diri.

Ternyata dr Icha putra daerah. Dia alumnus Univetsitas Nusa Cendana (Undana), Kupang. Dia lulus tahun 2022.

Malam itu dr Icha bertugas di IGD rumah sakit Leona di kota Kefamenanu, kabupaten TTU –Timor Tengah Utara. Pemkab TTU-lah yang memberi beasiswa dr Icha.

BACA JUGA:Suzuki Ignis Kena Recall, Ini Penyebabnya dan Apa Dampaknya bagi Pemilik Mobil!

Saat itu ada seorang anak diantar ke IGD Leona. Si anak baru saja digigit ular. Dokter Icha melakukan pemeriksaan. Dia juga berkonsultasi ke seniornya di sana. Anak itu tidak dalam keadaan bahaya. Tidak semua ular berbisa. Pun yang berbisa tidak semua punya bisa yang kuat. Maka Anda harus periksa ular Anda: berbisa atau tidak.

Tapi dua orang anggota DPRD di Kefamenanu –saya harus mengeja huruf-hurufnya saat menuliskan nama sulit kota itu– mendatangi IGD. Mereka keluarga pasien. Mereka menekan dr Icha untuk memberikan obat anti racun antivenom. Yang ditekan tidak mau. Kebetulan obatnya juga tidak ada.

Obat infus antivenom memang mahal: bisa sampai 3 juta. Karena itu tidak semua rumah sakit punya stok. Tapi dalam kasus di RS Leona ini, si anak sendiri tidak perlu diberi obat itu.

BACA JUGA:Review BYD Atto 1 2026: Mobil Listrik Murah dengan Fitur Premium, Benarkah Layak Dibeli Tahun Ini!

RS Leona milik swasta. Ada tiga RS Leona di seluruh pulau Timor. Sebelum di Leona, dr Icha bertugas di puskesmas setempat.

Keesokan harinya dr Icha melihat dua anggota DPRD itu lagi di Leona. Dia merasa tertekan. Dia memutuskan pulang ke Kupang. Jarak Kefamenanu ke Kupang sekitar lima jam naik mobil. Badannyi lemah. Dia merasa terus tertekan. Dia dibawa ke rumah sakit –termasuk untuk masalah kejiwaannyi. Setelah membaik, dr Icha boleh pulang. Seminggu kemudian harus kontrol.

Saat tiba waktunyi kontrol itulah Icha tidak muncul. Lalu ditelepon. Tidak merespons. Di rumah itu orang tua Icha belum pulang kerja. Tapi ada adiknyi yang juga dokter. Sang adik ke lantai atas. Icha terlihat sudah meninggal dalam keadaan menggantung.

BACA JUGA:Sertipikasi Tanah di DKI Jakarta Tembus 98,6 Persen, Wamen Ossy Sebut Layak Jadi Teladan Nasional

Di kamar sang adik ditemukan dua HP dan satu surat tertutup. Dua jenis barang bukti itu kini di tangan polisi. Keluarga pun belum sempat membaca apa isi surat Icha.

Dari surat itu kelak akan jelas apa yang terjadi sebenarnya. Tapi, meski masih junior, Icha tergolong sudah kuat dalam memegang teguh kode etik profesi dokter.

Kategori :

Terkait

Selasa 30 Jun 2026 - 16:17 WIB

Dokter Icha

Senin 29 Jun 2026 - 16:57 WIB

Bawah Tanah

Minggu 28 Jun 2026 - 15:58 WIB

Ganti Dolar

Sabtu 27 Jun 2026 - 17:08 WIB

Wani El-Tri

Jumat 26 Jun 2026 - 15:45 WIB

Bobotoh Kuning