Gubuk Dea

Rabu 27 May 2026 - 17:09 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

"Universitas Ciputra. Jurusan bisnis internasional," jawab Dea.

Dea bercerita papanya suka sekali nonton wayang. Sejak kecil ibunya selalu bercerita tentang wayang. Njoo juga suka ludruk dan ketoprak. "Tiap malam papa nyetel ludruk Kartolo sebagai pengantar tidur," ujar Dea.

Papa Dea juga penggemar Si Unyil. Utamanya Pak Raden. Papa Dea sering kirim surat ke Pak Raden. Sampai akhirnya bisa bertemu Pak Raden.

Itulah sebabnya di museum yang diberi nama Gubuk Wayang ini penuh dengan boneka Si Unyil. Lengkap sekali. Sampai dapat belasan rekor MURI yang dipajang di salah satu lemari kaca di sana.

BACA JUGA:Mahasiswa Uniled Tunjukkan Dedikasi Tinggi dalam Ujian Proposal Tesis

Pemilik Gubuk Wayang ini pandai membuat daya tarik. Ibarat wartawan ia pandai membuat "lead" --alinea pembuka sebuah tulisan. Di bagian paling depan museum dipajang etalase yang diselimuti kain hitam. Misterius.

"Benda apa yang diselimuti ini" tanya saya.

"Setan," jawab Dea.

"Kenapa diselimuti?"

"Agar anak-anak tidak takut," jawabnyi.

"Di rombongan kami tidak ada anak-anak".

BACA JUGA:Pagar Alam Terima Bantuan Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 1447 H

"Baik," jawab Dea sambil membuka kain hitam itu.

Benar. Isinya wayang setan. Satu pasang. Setan laki-laki dan setan perempuan. Setan laki-lakinya seperti postur Jawa. Pakaian hitam. Setan perempuannya berpostur wanita Tionghoa. Berpakaian merah.

Kategori :

Terkait

Sabtu 20 Jun 2026 - 14:22 WIB

Getaran Gempa Terasa Begitu Kencang

Sabtu 20 Jun 2026 - 14:03 WIB

Basah Wet

Jumat 19 Jun 2026 - 16:13 WIB

Dolar Saniharto

Kamis 18 Jun 2026 - 17:12 WIB

Berbakti Pada Ibu

Kamis 18 Jun 2026 - 16:31 WIB

Tahanan Cornell