Panda Dimsum

Kamis 07 May 2026 - 15:58 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Artinya, Indonesia sebagai negara akan berutang kepada rakyat Tiongkok. Bukan lagi hanya berutang kepada pemerintahnya.

Pemerintah Indonesia akan menunjuk beberapa ”distributor” di sana untuk menjualkan surat utang Indonesia.

Pembeli surat utang itu bisa siapa saja. Bisa perorangan, bisa perusahaan, bisa broker keuangan, bisa BUMN Tiongkok.

BACA JUGA:Kenapa Honda CRF Jadi Favorit Pecinta Offroad? Ini Alasannya

Pembeli bond Panda akan dapat bunga antara 4,5 persen sampai 5,5 persen. Dalam yuan. Lebih besar daripada mereka menyimpan uang yuan di deposito bank.

Besarnya bunga belum diumumkan. Biasanya menunggu dulu suara-suara di rakyat Tiongkok: bunga berapa yang bisa membuat mereka tertarik membeli Bond Panda.

Lalu pemerintah Indonesia memutuskan dan mengumumkannya. Kalau bunganya terlalu rendah dikhawatirkan surat utang negara itu tidak laku: Indonesia malu --kesannya, cari utangan pun sudah tidak mampu.

Dijualnya bond dalam bentuk yuan ini sekaligus pertanda Indonesia berniat mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika. Akhirnya Indonesia menyadari hanya Tiongkok yang masih punya banyak uang.

Punya tetangga kaya tetap saja lebih baik daripada punya tetangga miskin --meski banyak yang senang melihat tetangga lebih menderita.

BACA JUGA:Honda CRF 2026, Motor Dual-Purpose Tangguh dengan Suspensi Showa Gold dan Performa Lebih Responsif

Sebelum ini Indonesia pernah mencari pinjaman ke pasar Tiongkok dalam bentuk yuan. Waktu itu diberi nama bond Dim Sum. Nilainya kecil: enam miliar yuan. Sekitar Rp14 triliun.

Bisakah diartikan dengan diberi nama Panda nilai utang yang diharapkan jauh lebih besar? Mestinya begitu. Dim sum hanyalah camilan untuk Panda.

Bond Panda sudah lama dikenal di Tiongkok. Sejak tahun 2016. Polandia-lah negara pertama yang menerbitkan bond Panda di Tiongkok. Lalu Hongaria dan Mesir.

Yang akan antre bersama Indonesia adalah Pakistan, Brasil, dan banyak lainnya.

Itu menandakan bahwa pasar uang di Tiongkok sudah mulai diincar dunia.

Maka Anda tidak perlu kecil hati. Bukan hanya Anda yang sibuk cari utang ke siapa lagi: negara pun tidak kalah pusing mencari pinjaman baru dari sumber yang baru.

Kategori :

Terkait

Minggu 31 May 2026 - 16:48 WIB

Icip-Icip Galeri

Sabtu 30 May 2026 - 12:49 WIB

Pet Byar

Jumat 29 May 2026 - 15:40 WIB

Randy Sunda

Kamis 28 May 2026 - 17:42 WIB

Keikhlasan

Kamis 28 May 2026 - 17:26 WIB

Gu Lebang