Lokasi itu seperti sudah menjadi perluasan laut Jawa ke arah selatan. Akhirnya diputuskan untuk menggunakan fondasi bambu yang diapungkan.
Tentu penggarapannya akan sangat lama. Mungkin karena tidak sabar kemarin beredar video seolah jalan tol Semarang-Sayung-Demak sudah bisa dilewati. Di video itu terlihat mulusnya. Juga indah pinggir lautnya. Memang akan seperti itu kalau jadi. Kelak.
Di ruang lain Discovery ditampilkan perjalanan hidup sang pendiri. Tapi Soetjipto dikenal sebagai orang yang sangat low profile. Anda sudah tahu: nama Soetjipto jarang dikibar-kibarkan.
Hanya sesekali muncul di daftar salah satu dari 50 orang terkaya Indonesia.
Tapi perancang Discovery tidak habis akal. Diciptakanlah sosok Soetjipto dan istri lewat artificial intelligence. Lalu dibuatkan videonya. Misalnya saat Soetjipto-AI main tenis dan berenang.
Begitulah AI bisa menggambarkan perjalanan hidupnya secara lengkap.
"Apakah beliau pernah berkunjung ke sini?"
"Tentu pernah. Beberapa kali. Sering juga membawa tamu ke sini," ujar Adhi.
"Apakah setuju dengan penggambaran dirinya lewat AI itu?"
"Beliau tidak ada komentar. Hanya senyum-senyum," katanya.
BACA JUGA:Bocoran Kredit Polytron Fox 350 Mei 2026, Segini Cicilannya Perbulan!
Replika makanan yang ada di kawasan Kelapa Gading di ruang Sejuta Kuliner di Summarecon Discovery.--
Dari Discovery ini saya baru tahu bahwa sejarah Soetjipto sudah amat sangat panjang di republik ini. Ia sudah keturunan ke-22 yang lahir di Indonesia –sejak nama itu belum ada. Kakek buyutnya adalah salah seorang pendiri ITB.
Soetjipto sendiri alumnus teknik kimia ITB. Ia berbuat banyak untuk almamaternya itu. Satu hektare tanah di Summarecon Bandung dijadikan pusat inovasi ITB. ITB Innovation Park Bandung Technopolis.
Pun sebagai alumnus SMA Pahoa, Jakarta. Soetjipto juga menyisihkan tanah untuk menghidupkan kembali sekolahnya yang sudah lama mati –lebih tepatnya dimatikan di tahun 1966.