Air Pohon

Sabtu 25 Apr 2026 - 11:07 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

"Jalan kaki?" tanya saya terheran-heran.

"Iya. Jalan kaki. Hanya 1 km dari sini," ujarnya.

Waktu itu kami lagi di pusat kota Huai An. Kota sangat kecil. Kota kecamatan. Tapi punya museum modern di pusat kotanya.

Tidak menyangka: ternyata Great Canal itu mengalir melewati tengah kota Huai An. Atau saya terbalik: kota ini dulunya sengaja dibangun di pinggir Great Canal. Boleh dikata sebelum ada Great Canal belum ada kota Huai An.

Berarti umur kota Huai An sama dengan umur Great Canal: 1000 tahun lebih.

Jalan raya di depan museum itu, 1000 tahun lalu, adalah jalan penghubung antara kantor syahbandar dengan pelabuhan. Museum itu sendiri dulunya adalah kantor itu: kantor bea cukai, syahbandar, dan administrator pelabuhan.

BACA JUGA:Selamat Tinggal Laptop Berat! 5 Tablet Windows 2026 Ini Punya Performa Gahar untuk Kerja Kantoran

Semua kapal wajib berhenti bersandar di pelabuhan Huai An. Nakhodanya turun dari kapal, berjalan kaki ke gedung pengelola pelabuhan: membereskan segala macam administrasi dan pembayaran.

Di lokasi bekas gedung itu kini tinggal terlihat beberapa bekas batu pondasinya. Sisa temboknya pun sudah tidak ada. Bekas lokasi gedung paling belakang kini untuk museum. Bekas lokasi gedung paling depan dipagari rendah agar wisatawan bisa melihat sisa-sisa batu pondasi.

Setelah melihat museum kami menuju Great Canal. Benar. Kanalnya sudah seperti sungai biasa. Tapi kanan kirinya masih terjaga. Tidak ada bangunan di pinggir sungai –apalagi bangunan kumuh.

Kanan-kiri sungai masih terjaga sebagai tanah kosong. Ditanami pohon-pohon keras.

BACA JUGA:Tegaskan Integritas dan Percepatan Pembangunan

Saya pun jalan kaki menuju pinggir sungai. Rumput tinggi itu saya sepak-sepak pakai sepatu untuk memastikan ada tanah keras yang bisa saya lewati. Sampai pinggir sungai terlihat ada kapal tongkang berhenti.

Ujung tali besar tongkang itu diikatkan ke pohon besar di pinggir sungai. Saya amati tongkang itu: panjang sekali. Rupanya empat tongkang digandeng jadi satu rangkaian. Di bagian depannya ada kapal penarik tongkang.

Kapal itu berhenti di Huai An tidak lagi karena harus melapor ke syahbandar. Hanya mau istirahat. Kapal-kapal lain melaju di tengah kanal. Umumnya tongkang.

Ternyata kanal ini masih ramai dengan lalu-lintas kapal. Meski tidak lagi penting tapi masih berfungsi.

Kategori :

Terkait

Kamis 30 Apr 2026 - 17:20 WIB

Toleransi

Kamis 30 Apr 2026 - 15:57 WIB

Listrik Kereta

Rabu 29 Apr 2026 - 15:16 WIB

Buku Kriminalisasi

Selasa 28 Apr 2026 - 14:15 WIB

Guru Bimbel

Senin 27 Apr 2026 - 16:29 WIB

Helm Anak