Revisi Neom

Sabtu 21 Mar 2026 - 15:08 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

BACA JUGA:Mulus Banget! Rahasia Layar AMOLED 120Hz Realme 16 5G yang Bikin Betah Scrolling Seharian

Di belakang ”garis” itu hanya ada pemandangan alam. Asli. Alamiah. Khas pemandangan Saudi Arabia bagian utara: gunung-gunung batu. Lembah batu. 

Tentu itu bukan pemandangan yang seksi karena gunungnya banyak sekali --bukan hanya dua. Semuanya gunung keras. Sulit pula dijangkau.

Anda pun akan membayangkan: kota sepanjang 170 km. Dari Cawang, Jakarta sampai Subang. Dari Palembang sampai Prabumulih? Dari Makassar sampai Barru? Pokoknya Anda bayangkan sendiri: 170 km.

Jalan rayanya pun tidak kelihatan. Tidak di atas tanah. Jalannya di bawah tanah. Di atas tanahnya rapi. Taman. Tidak ada kendaraan lalu-lalang.

BACA JUGA:Geger! Toyota Alphard XE 2026 Meluncur Lebih Murah, Siap Gusur MPV Menengah di Indonesia?

Di samping jalan raya, di bawah tanah itu juga akan ada jalur kereta cepat. Itulah sebabnya dari ujung kota ke ujung satunya maksimal hanya 20 menit.

Berarti dua tahun ke depan pun saya belum perlu ke Neom lagi. Bukan berarti saya ”kapok”. Saya juga harus berhemat. Tentu,  tahun depan mungkin sudah banyak berubah dibanding saat dua tahun lalu saya ke sana. Tapi lebih baik kelak saja. Kalau sudah mulai kelihatan bentuknya.

Saat ini memang terlalu banyak yang harus ditangani Arab Saudi. Gedung tertinggi di dunia, di Jeddah, akan diteruskan. Kali ini saya tidak mampir ke proyek itu. Baru kurang dari tiga bulan lalu saya ke sana.

BACA JUGA:Perang Mobil Listrik Murah Dimulai! Honda Brio EV Rilis, Siap Rebut Takhta dari Wuling Air EV

Harga minyak mentah memang sudah di level 100 dolar per barel. Tapi itu akibat Selat Hormuz ditutup Iran. Sebelum perang harga minyak tidak lagi setinggi saat ide Neom diluncurkan. Dari 100 dolar per barel saat itu menjadi antara 60 sampai 70 dolar. Setelah perang selesai akan kembali turun. 

Sebenarnya Saudi tidak mau Amerika Serikat menyerang Iran. Negara mullah itu bisa memainkan jurus mabuk: meluncurkan roket ke berbagai instalasi minyak Saudi --sahabat Amerika. Instalasi minyak Saudi begitu dekat dari Iran --dalam jangkauan persenjataannya.

Kalau pun akibat serangan Amerika itu harga minyak naik bukan Neom yang menikmatinya: Venezuela.

BACA JUGA:Tenaga Makin Gila! Intip Rahasia Mesin Toyota GR Yaris 2026 yang Kini Lebih Bertenaga

Saudi takut perang di Iran meletus --dan kini terjadi. Bahkan menyerang Houti di Yaman Utara pun Saudi tidak mau lagi. Yakni sejak Houti mengirim rudal kecil-kecilan ke salah satu instalasi minyaknya.

Banyak ”Program Saudi 2030” yang berhasil dicapai. Tapi Neom kelihatannya perlu banyak revisi. Tiap tahun perkiraan biayanya naik terus. Pengerjaan proyek lebih sulit dari rencana awal.

Kategori :

Terkait

Senin 08 Jun 2026 - 17:26 WIB

Kanan Dalam

Minggu 07 Jun 2026 - 16:41 WIB

Neo Pop

Sabtu 06 Jun 2026 - 17:04 WIB

Lewat Pasrah

Jumat 05 Jun 2026 - 17:01 WIB

Tidak Mati