Masih ada pusat rekreasi sepanjang pantai dekat Neom. Ada lagi industrial estate: khusus untuk industri teknologi tinggi dan kehidupan masa depan manusia.
Terlalu besar. Skalanya maupun cakupannya. Lalu diadakan koreksi. Penghematan.
Pun negara sekaya Arab Saudi tidak malu ”berhemat”. Bisa saja arena ski dengan salju buatan di Neom itu ditunda. Bahkan dibatalkan. Terlalu fantastis.
BACA JUGA:Syawal, Peristiwa Nikah Diprediksi Meningkat
Yang akan diwujudkan pertama kelihatannya "kota baru" Neom: The Line. Dan stadion sepak bola Piala Dunia.
The Line pun akan dihemat. Dikurangi ukuran panjang kotanya.
Anda sudah tahu: model kota The Line akan menjadi yang pertama di dunia. Yakni kota yang ke mana pun Anda pergi tidak akan memakan waktu lebih dari 20 menit.
Neom adalah kota baru yang benar-benar baru. Mengubah gunung-gunung batu menjadi kota besar. Bisa menampung lebih satu juta orang penghuni baru.
BACA JUGA:Iran Lebaran
Di Jakarta Anda pergi ke satu mal sering perlu waktu satu jam. Pun dari satu tempat rapat ke tempat pertemuan berikutnya: bisa satu jam. Jangankan di Jakarta. Pun di kota seperti Palembang atau Makassar. Sudah penuh kemacetan.
Neom dirancamg anti macet.
Caranya: bentuk kotanya jangan dibuat melebar dan meluas. Jangan ada simpang tiga. Apalagi simpang empat. Jangan ada lampu bang-jo.
Caranya: Kota Neom dibuat memanjang. Lebar kota hanya sekitar 200 meter tapi memanjang jauh sekali. Panjangnya: 170 kilometer.
Hanya ada satu jalan: jalan lurus. Hanya boleh ada dua-tiga bangunan rumah di kiri dan di kanan jalan. Satu atau dua baris gedung saja. Tinggi. Berderet sepanjang 170 km.
Kalau difoto dari atas kota itu nanti hanya seperti garis panjang. Garisnya berupa bangunan. Alangkah efisiennya kota itu nanti. Padahal serba ada: apartemen, kantor, hotel, mal, bioskop, pertokoan.