Apalagi Raja Pahlevi lantas berkuasa penuh. Sangat diktator. Punya dinas rahasia yang kejam bernama SAVAK. Banyak tokoh dibunuh dan dipenjarakan. Tokoh seperti Bani Sadr dan Ruhullah Khomeini lari ke Perancis.
Amerika pun dianggap pendukung pemerintahan Iran yang diktator. Kebencian rakyat Iran bertambah-tambah.
BACA JUGA:Semarak Fashion Show Islamic Gebyar Ramadhan 2026
Maka ketika Bani Sadr dan Ayatollah Rukhullah Khomeini kembali ke Iran rakyat menyambutnya gegap gempita.
Terjadilah revolusi Islam di Iran: kekuasaan raja dihabisi. Tapi Amerika ternyata menampungnya. Melindunginya.
Ketika Sang Raja berlindung di Amerika terjadilah demo besar di kedutaan Amerika di Teheran. Kedutaan diduduki. Warga Amerika disandera. Anda masih ingat serunya krisis sandera waktu itu.
BACA JUGA:Asia Tenggara Berpeluang Ukir Rekor di Piala Asia 2027, Berkat Indonesia?
Konflik Amerika-Iran terus bertambah. Tidak pernah lagi bisa hilang. Sampai sekarang. Konflik itu sempat reda di zaman Obama dan nyaris berakhir secara tuntas --tapi Trump merusak serusak-rusaknya.
Jadi, menurut Anda, dengan latar belakang seperti itu diperlukan berapa Idulfitri lagi kerukunan bisa terjadi?
Mohon maaf lahir batin.