Tarim Habib

Senin 16 Feb 2026 - 17:22 WIB
Reporter : Edi
Editor : Edi

Tarim pernah terpilih sebagai "ibu kota" kebudayaan Islam dunia.

Saya harus bertanya dulu ke Bung Mirza, sahabat Disway, apakah Aceh pernah mengajukan diri mendapat giliran menjadi "ibu kota kebudayaan Islam dunia". Pemilihan itu dilakukan setahun sekali.

Mungkin Martapura, di Kalsel, juga bisa mencalonkan diri. Atau jangan-jangan Martapura sudah berubah sejak rezeki batubara meluberkan kegilaan pada harta ke seluruh Kalsel.

Tarim memang punya kebanggaaan masa lalu. Dan itu selalu didengungkan. Misalnya di masa setelah Nabi Muhammad wafat: terjadi gelombang murtad di mana-mana. Tarim, saat itu, terkenal di dunia Islam sebagai yang nol gelombang murtadnya.

BACA JUGA:Arsenal Menggila! Hancurkan Wigan Athletic 4-0 di Babak Keempat Piala FA

Sampai-sampai, kata orang Tarim, khalifah pertama setelah Nabi, Abubakar as-Shiddiq, secara khusus memanjatkan tiga doa untuk Tarim: punya air yang melimpah, jadi gudangnya ulama dan Tarim tidak akan hancur sampai kiamat seperti halnya Makkah dan Madinah.

Kini, banyaknya air di Tarim --yang harusnya kering kerontang-- sering dihubungkan sebagai berkah doa Abubakar itu. Pun banyaknya ulama di sana. Jangan-jangan banyaknya habib bermunculan di Tarim masih terkait dengan doa itu.

Yang jelas letak Tarim memang di lembah yang amat dalam di antara gunung-gunung tanah di sekitarnya.

Di saat hujan gunung tanah itu menyimpan air. Pelan-pelan meresap ke bawah. Ke lembah. Jadi cadangan air yang besar.Itu tidak hanya di Tarim. Pun sampai di Wadi Doan, yang posisinya juga di lembah yang sangat dalam. Air melimpah di mana-mana.

BACA JUGA: Uniled Gelar Seleksi Pascasarjana Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027

Lalu soal banyaknya habib. "Waktu pulang ke Indonesia saya bingung. Saya ditanya soal perhabiban di Tarim. Saya tidak bisa menjawab," ujar Syahrul Ramadhan, mahasiswa asal Indramayu.

"Saya jawab saja bahwa saya tidak tahu," kata Syahrul.

Kenapa tidak tahu? "Di Tarim tidak ada perdebatan soal apakah habib itu keturunan Nabi atau bukan," katanya.

Di Tarim memang banyak ulama dipanggil habib. Masyarakat percaya Habib itu keturunan Nabi. Tapi bahwa ulama itu dipanggil habib bukan hanya karena keturunan Nabi. Ia dipanggil habib karena keilmuan yang tinggi dan perannya yang besar di masyarakat sekitar.

BACA JUGA:Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah Pagar Alam Raih Dua Medali Emas

Saya pun bertanya kepada sahabat Disway di Tarim, yang asli orang Tarim:

Kategori :

Terkait

Sabtu 02 May 2026 - 16:02 WIB

Langit Sumur

Jumat 01 May 2026 - 13:52 WIB

Orang Kuat

Kamis 30 Apr 2026 - 15:57 WIB

Listrik Kereta

Rabu 29 Apr 2026 - 15:16 WIB

Buku Kriminalisasi

Selasa 28 Apr 2026 - 14:15 WIB

Guru Bimbel