Sirrul Cholil

Minggu 11 Jan 2026 - 16:43 WIB
Reporter : Dep
Editor : Edi

Agak tiba-tiba saya minta Kang Sahidin meminggirkan mobil ke jalan sempit itu: banyak yang berjualan durian. Musim durian di Madura mendahului Sidikalang. Nafsu tidak bisa ditahan lagi. Durian pun dibelah. Lalu masuklah banyak butiran berduri itu ke mobil. Sepanjang jalan aroma durian melekat di Denza.

BACA JUGA:Gubernur Resmikan Jalan Sangaji Desa Pulau Harapan

Di situlah memang pusat durian Madura. Kecil-kecil. Bundar-bundar. Warnanya biru-daun --menimbulkan curiga: seperti durian masih muda. Ternyata rasanya sudah musangking. Hanya dagingnya tipis.

Di pesantren Sirrul Cholil saya bertemu Muqtafi. Ia keturunan ulama besar Madura, Syaichona Cholil --dari jalur istri yang lain. Begitu terpencil Desa Lerpak. Ayah Muqtafi-lah yang mendirikan pondok pesantren di situ. Tingkatnya, awalnya, hanya madrasah diniyah --hanya belajar agama.

Waktu itu Muqtafi masih kecil. Nakal. Selalu membantah orang tua. Karena itu sang ayah menitipkan anak itu ke pondok pesantren di Pasuruan: Sidogiri.

Di sana Muqtafi tetap nakal. Tidak mau salat. Ia lebih suka nonton film. Dan jadi Boneknya Persebaya.

BACA JUGA:Gubernur Resmikan Jalan Sangaji Desa Pulau Harapan

Tapi kiai di Sidogiri tidak mau menghukum atau menegur Muqtafi. Itu karena Muqtafi anak seorang kiai dan keturunan ulama besar.

Titik balik Muqtafi terjadi ketika salah satu kiai di Sidogiri, Mas Mohammad, memberinya kitab kecil ”Dalail”.

Muqtafi disuruh membacanya. Ia tertarik. Karena kecil. Ternyata menyukainya. Sangat menyukai. Mas Mohammad masih sepupu kiai utama Sidogiri, Cholil Nawawi.

Dalail adalah "buku wajib" di pesantren-pesantren NU. Isinya salawat untuk Nabi Muhammad. Penulisnya: ulama sufi terkemuka dari Maroko: Imam Jazuli. Lengkapnya: Imam Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli Al Simlali (meninggal 1465M). Nama lengkap kitab itu: Dalail Al Khairat.

BACA JUGA:Meneguhkan Iman, Meneladani Akhlak Rasulullah

Anda sudah tahu beda Dalail dan Barzanji. Dalail adalah murni berisi salawat (doa) untuk Nabi. Sedang Barzanji adalah bacaan riwayat hidup Nabi.

Dalail sangat populer di Indonesia. Isi seluruh kitab harus dibaca (umumnya dihafal) sampai selesai dalam waktu satu minggu. Itu sama dengan Anda membaca salawat terbanyak dalam hidup Anda.

Buku itu memang menomorsatukan salawat. Penulisnya sendiri menceritakan khasiat salawat yang menakjubkan. Di literatur pesantren selalu dikenang. Suatu saat Imam Jazuli mencari air untuk wudu --bersuci sebelum salat. Sumur yang ia temukan di dekat masjid  lagi mengering.

BACA JUGA:Toyota Kijang LGX 2026 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Harga, Spesifikasi dan Keunggulannya!

Kategori :

Terkait

Rabu 21 Jan 2026 - 17:09 WIB

Pati Madiun

Selasa 20 Jan 2026 - 17:56 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 17:22 WIB

Rambo Batman

Minggu 18 Jan 2026 - 17:15 WIB

Omon Kenyataan

Sabtu 17 Jan 2026 - 15:54 WIB

Anomali Iran