Itulah sebabnya, Kiai Miftach tidak menghadiri Musyawarah Kubro di Lirboyo. Sebenarnya ia sendiri ingin hadir. Tapi, ia diingatkan bahwa tidak ada kewajiban secara organisasi harus hadir.
BACA JUGA:Honda Triton 2025: Peluncuran Pikap Sport yang Mengguncang Pasar Indonesia Ditahun 2025!
Setelah menyimak dua video itu, saya pun mengontak berbagai sumber di internal NU. ”Saya bingung,” kata saya. ”Ini islah atau tidak, sih?”
Situasi kembali reda setelah digelar rapat konsultasi syuriyah, mustasyar, dan tanfidziyah di Lirboyo pada 25 Desember 2025.
Kiai-kiai sepuh hadir. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga hadir. Mereka saling bertabayun. Hasilnya, kedua pihak sepakat islah.
Media pun ramai menyambut keputusan Lirboyo itu. Perpecahan berakhir. Happy ending. NU kembali rukun. Segera pula dilaksanakan muktamar perdamaian di NU.
BACA JUGA:Harga Honda Brio 2026: Tawarkan Fitur Baru dan Desain Segar, Ini Daftar Harganya!
Jagat NU makin terang pada 28 Desember. Semua pihak yang bertikai berkumpul di rumah Rais Aam Miftachul Akhyar. Lengkap. Acaranya informal: silaturahmi. Tapi, yang dibahas tentang muktamar.
Bertengkar seru, dalam bahasa Jawa, disebut "gegeran". Menurut Gus Dur si humoris, di NU itu "gegeran" sudah biasa. Jangan khawatir.
"Gegeran" itu akan selalu diakhiri dengan "gergeran" –bersenda gurau yang penuh tawa.