BACA JUGA:Polres Pagar Alam Gerak Cepat Atasi Kemacetan di Liku Lematang
Gus Irfan meraih gelar doktor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. S-1 dan S-2 nya di Universitas Brawijaya.
Disertasi doktornya tentang sistem salaf di pendidikan pondok pesantren. Objek penelitiannya: Tebuireng di masa kepemimpinan ayahandanya, KH Yusuf Hasyim.
Kala itu terjadi gelombang penegerian madrasah. Golkar harus menang Pemilu pertama Orde Baru. Begitu banyak madrasah swasta menjadi negeri. Termasuk madrasah keluarga kami di Magetan.
Yusuf Hasyim pilih mempertahankan model salaf. Golkar pusing menghadapi Yusuf Hasyim. Kini Yusuf Hasyim diakui benar. Begitu banyak penyesalan dari pesantren yang dinegerikan.
BACA JUGA:Polres Pagaralam Siap Gelar Operasi Zebra Musi 2025
Kami lanjut ke soal haji.
Pekerjaan yang ditangani EO tidak termasuk pengaturan hotel selama di Makkah dan Madinah.
EO menangani transportasi dari Makkah ke Arafah --tempat seluruh jamaah haji sedunia kumpul di tempat dan jam yang sama. Lalu transport dari padang Arafah ke Mina dan Jamarat--tempat melempari setan dengan batu-- dan kembali ke Makkah.
Jarak Makkah-Arafah sekitar 40 km. Waktu naik haji dulu saya dan empat teman pilih jalan kaki. Sulitnya: saat di padang Arafah kami tidak kebagian tenda.
BACA JUGA:4 Negara Asia yang Masuk 32 Besar Piala Dunia U-17 2025
Dua juta jemaah haji sedunia mendapat naungan tenda yang disediakan oleh EO. Kami tidak termasuk yang dua juta itu.
Tenda itu hanya dipakai setahun sekali. Itu pun hanya dipakai berteduh selama beberapa jam saja.
Selama jemaah haji di Arafah dan Mina sepenuhnya di tangan EO. Termasuk makannya. Di luar Arafah-Mina, makan dan hotel masih menjadi urusan Kementerian Haji.
Masih satu lagi urusan EO: transport dari Makkah ke Madinah --sekitar 400 km. Lalu dari Madinah balik ke Makkah. Termasuk penjemputan dan pengantaran ke bandara.
BACA JUGA:Polres Pagar Alam Gerak Cepat Atasi Kemacetan di Liku Lematang