KORANPAGARALAMPOS.COM - Membeli mobil bekas memang memerlukan ketelitian ekstra, terutama untuk memastikan kondisi kendaraan dan histori pemakaiannya.
Salah satu praktik curang yang sering dilakukan oleh oknum penjual adalah mereset atau memanipulasi angka odometer agar terlihat lebih rendah dari jarak tempuh sebenarnya. Ini bertujuan untuk menaikkan harga jual mobil.
Jangan khawatir, ada beberapa ciri-ciri yang bisa Anda perhatikan untuk mengetahui apakah odometer mobil telah direset:
Odometer Mobi-Kolase by Pagaralampos.com-
BACA JUGA:Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Kunci Kontak Motor Seret, Simak Penjelasanya!
Ciri-ciri Odometer Mobil Direset
1. Perbedaan Kondisi Fisik dengan Angka Odometer
Ini adalah indikator paling jelas. Mobil dengan jarak tempuh rendah seharusnya menunjukkan sedikit keausan.
Sebaliknya, jika odometer menunjukkan angka yang sangat rendah (misalnya 30.000 km), tetapi beberapa bagian mobil menunjukkan tanda-tanda pemakaian berat, patut dicurigai.
Setir, Tuas Persneling, dan Pedal: Perhatikan kondisi setir, tuas persneling (shift knob), dan pedal gas, rem, serta kopling.
Mobil dengan kilometer tinggi biasanya menunjukkan keausan signifikan pada bagian-bagian ini, seperti permukaan yang mengkilap, karet pedal yang aus, atau kulit setir yang mulai menipis/terkelupas.
BACA JUGA:Ini Spesifikasinya, Kawasaki Indonesia Luncurkan Motor KLX230 Sherpa
Jika odometer rendah tapi bagian-bagian ini sudah terlihat sangat aus, itu adalah tanda bahaya.
Jok dan Interior: Jok mobil yang sudah kempis, sobek, atau terlihat sangat usang, serta dasbor yang banyak goresan atau tombol-tombol yang pudar, tidak sesuai dengan angka odometer yang rendah.
Kondisi Ban: Periksa tahun produksi ban (tertera di dinding ban, biasanya empat digit angka, dua digit pertama minggu dan dua digit terakhir tahun).