Anak Pungut

Selasa 21 Jan 2025 - 20:23 WIB
Reporter : Thom Yorke
Editor : Edi

Oleh: Dahlan Iskan

Saya tidak kenal pribadi dengan tokoh hebat dari Solo satu ini: Mudrick Sangidu. Tapi Anda pun kenal reputasinya: tokoh pergerakan. Aktivis. Namanya menasional: si Mega Bintang.

Tiga bulan sebelum meninggal Minggu kemarin pun Mudrick masih demo. Di umurnya yang 81 tahun. Tertatih. Pakai penyangga tubuh.

Tahun-tahun belakangan demonya tetap: tentang Presiden Jokowi.

Demo terakhirnya itu dilaksanakan di depan DPRD Solo. Sebenarnya ia sudah tidak boleh jalan lagi. Bukan tidak kuat jalan. Ia kuat sekali –untuk ukuran usia segitu. Hanya saja telapak kakinya sakit kalau dibuat berjalan. Ia berkeras demo meski harus pakai penyangga kaki.

BACA JUGA:Lini Belakang Liverpool Terlalu Rapuh

Di tengah menerima ucapan duka cita saya menghubungi putra sulung Mudrick: Damar Mudrick. Ia anak pertama dari tiga bersaudara.

"Tanya pak Boyamin saja. Beliau lebih tahu ayah saya daripada siapa pun," ujar Damar.

Yang dimaksud adalah Boyamin Saiman, pengacara terkenal pendiri Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

"Saya memang anak pungut Pak Mudrick," ujar Boyamin yang lagi melayat di Solo.

BACA JUGA:Abdukodir Khusanov Resmi ke Man City

"Bukan anak angkat?”

"Saya pilih istilah anak pungut. Beliaulah yang memungut saya dari pinggir jalan," seloroh Boyamin.

"Pinggir jalan" yang dimaksud adalah jalan rute demo-demo mahasiswa di Solo.

Ketika Boyamin kuliah di Universitas Muhammadiyah Solo, Mudrick sudah menjadi tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Solo. Bukan ketua tapi lebih wibawa dari ketua.

Kategori :

Terkait

Minggu 07 Jun 2026 - 16:41 WIB

Neo Pop

Sabtu 06 Jun 2026 - 17:04 WIB

Lewat Pasrah

Jumat 05 Jun 2026 - 17:01 WIB

Tidak Mati

Kamis 04 Jun 2026 - 16:14 WIB

Agus Deyang

Rabu 03 Jun 2026 - 16:48 WIB

Jago Cimory