Waspadai Kenaikan Harga Minyak Mentah

Waspadai Kenaikan Harga Minyak Mentah--ilustrasi_net

KORANPAGARALAMPOS.COM - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengatakan satu minggu setelah penyerangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, harga minyak melonjak lebih dari 30 persen ke angka 107 dolar AS per barrel.

Menurut dia kenaikan harga minyak mentah akibat perang yang tengah berkecamuk.

Namun, kenaikan yang sangat cepat dan drastis akan membebani APBN untuk waktu yang sulit diprediksi.

“Saya membahas proyeksi harga migas dalam jangka pendek dengan teman-teman eks perbankan yang diantaranya bergerak di bidang perdagangan komoditas.

BACA JUGA:Ziarah Ziarah

Pembahasan terkait prospek kenaikan harga migas jika perang berlangsung untuk 3-12 bulan mendatang, termasuk negara-negara yang diuntungkan dan paling dirugikan akibat kondisi ini,” kata PAN Eddy Soeparno pasca-melakukan zoom conference call dengan sejumlah pengamat migas di Singapura dan Tokyo, Senin (9/3). 

Menurut Eddy, Cina, India, Jepang, dan Korea akan mencari alternatif baru termasuk ke Nigeria, Angola, Brazil yang juga merupakan negara pemasok migas bagi Indonesia.

“Artinya, kita berpeluang “berebut” supply minyak mentah dengan negara-negara raksasa pengimpor migas,” ungkapnya.

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan