Google Advertisement Below

Cusco, Nadi Peradaban Inca yang Masih Berdetak di Pegunungan Andes

Cusco, Nadi Peradaban Inca yang Masih Berdetak di Pegunungan Andes-pagaralampos-kolase

KORANPAGARALAMPOS.COM - Di tengah pegunungan Andes, berdiri sebuah kota tua yang menyimpan jejak agung peradaban masa silam. 

Cusco, atau Qusqu dalam bahasa Quechua, adalah kota yang dahulu menjadi ibu kota Kekaisaran Inca dan hingga kini masih menjadi saksi bisu keagungan yang pernah menjangkau hampir seluruh wilayah barat Amerika Selatan.

Cusco terletak di tenggara Peru, di ketinggian sekitar 3.400 meter di atas permukaan laut. 

BACA JUGA:Terkuak! Misteri Candi Wonorejo di Madiun, Warisan Hindu yang Muncul Berkat Petunjuk Gaib

Letaknya yang berada di lembah tinggi dikelilingi gunung dan aliran sungai menjadikannya sebuah kawasan yang subur namun menantang, terutama bagi para pengunjung yang belum terbiasa dengan tipisnya oksigen di dataran tinggi. 

Kota ini menjadi salah satu pemukiman tertua yang terus dihuni di belahan barat bumi.

Sejarah Cusco bermula jauh sebelum kejayaan Inca. 

Memasuki abad ke-10 hingga ke-12, daerah ini dihuni oleh budaya Killke yang lalu mendirikan bangunan dengan struktur seperti benteng Sacsayhuaman. 

BACA JUGA:Siapakah Bangsa Asyur? dimana Mereka sekarang?

Namun barulah pada abad ke-13, Manco Capac sosok legendaris yang diyakini sebagai putra Dewa Matahari mendirikan Cusco sebagai pusat kekuasaan Inca. 

Di bawah kepemimpinan Pachacuti Inca Yupanqui dan putranya, Tupac Yupanqui, Cusco berkembang pesat menjadi pusat spiritual, politik, dan administratif kekaisaran yang luas, mencakup dari Quito di utara hingga Sungai Maule di selatan.

Cusco tidak hanya sekadar ibu kota, melainkan juga pusat semesta menurut kepercayaan Inca. 

Mereka meyakini bahwa dari kota ini memancar garis-garis energi spiritual bernama Ceques yang terhubung ke situs-situs suci di seluruh wilayah. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google