Google Advertisement Below

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi, Rp10,6 juta per suku

ANTRI: Terlihat warga pagaralam tengah mengantre negosiasi harga emas di salahsatu toko.--pagaralampos

KORANPAGARALAMPOS.COM - Harga emas perhiasan kembali mencetak rekor tertinggi di tingkat global, dan Kota Pagar Alam tak luput dari dampaknya. Pantauan langsung di sejumlah toko emas menunjukkan lonjakan harga yang cukup signifikan, memicu beragam reaksi dari masyarakat dan pelaku usaha.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Toko Emas Dempo Jaya Indah yang berlokasi di Jalan Serma Wanar. Pemilik toko yang akrab disapa Pak De mengungkapkan bahwa harga emas per satu suku kini telah menyentuh angka fantastis: Rp10,6 juta per suku.

“Harga emas hari ini naik lagi, sekarang sudah Rp 10,6 juta per suku. Ini sudah rekor tertinggi sejak beberapa bulan terakhir,” ujarnya kepada Pagaralam Pos saat ditemui di tokonya, Selasa (18/6).

Kenaikan ini mencatat sejarah baru, bukan hanya bagi pasar lokal tetapi juga mencerminkan tren global yang sedang bergolak. Sejak awal tahun, harga emas terus menunjukkan kenaikan bertahap, namun lonjakan beberapa pekan terakhir terasa sangat tajam.

BACA JUGA:Suzuki e-Access Resmi Meluncur Motor Listrik Lincah, Siap Tempuh 95 Km!

Lonjakan ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global, perang geopolitik, serta melemahnya nilai tukar mata uang di beberapa negara.

Fenomena ini disambut dengan respons yang beragam.

Sebagian masyarakat memilih untuk menjual perhiasan emas yang telah lama disimpan. Mereka melihat ini sebagai momen emas secara harfiah dan harfiah untuk memperoleh keuntungan maksimal.

“Biasanya saya simpan saja buat tabungan, tapi sekarang saya jual sebagian. Mumpung harga lagi tinggi,” kata Yuni, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Bangun Jaya, yang mengaku menjual dua suku emas miliknya dan mendapat untung lumayan.

BACA JUGA:Toyota Urban Cruiser EV, Siap Guncang Pasar! SUV Listrik Futuristik Pesaing Baru di Jalanan

Namun, tidak semua warga merasa tergoda untuk menjual. Banyak juga yang justru enggan melakukan transaksi karena khawatir harga masih bisa naik lebih tinggi.

Beberapa pembeli bahkan menunda rencana membeli cincin atau kalung untuk pernikahan karena harga yang melonjak jauh dari biasanya. “Rencana mau beli mas kawin untuk lamaran, tapi sekarang jadi pikir-pikir dulu.

Harga terlalu tinggi,” ujar Roni, seorang pemuda asal Dempo Utara. (Do19)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan